Connect with us

DPR

DPR Apresiasi Menteri ATR Tunda Sertifikat Tanah Elektronik

Diterbitkan

Pada

DPR Apresiasi Menteri ATR Tunda Sertifikat Tanah Elektronik
Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus (ist/net)

Realitarakyat.com – Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus mengapresiasi Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil yang dapat menerima dan menyetujui desakan Komisi II DPR agar sertifikat elektronik ditunda pemberlakuannya.

“Selain itu juga diharapkan Kementerian ATR/BPN untuk dapat menyempurnakan norma hukum dalam beleid ini untuk menghindari terjadinya salah persepsi terhadap peraturan menteri mengenai sertifikat elektronik ini di kemudian hari,” kata Guspardi, dalam keterangan terulisnya, Rabu (24/3/2021).

Menurut dia, masyarakat resah dengan terbitnya beleid tersebut karena ada kekhawatiran dilakukannya penarikan sertifikat fisik dan diganti dengan sertifikat elektronik.

Dia menilai, sertifikat konvensional saja masih banyak masalah seperti tumpang tindih kepemilikan, pemalsuan sertifikat, sengketa tanah.

Dia mengatakan, rumusan norma yang menjadi penyebab kekhawatiran masyarakat terlihat dalam Pasal 16 ayat (3) Permen ATR/BPN 1/2021.

Pasal 16 ayat (3) menyebutkan, “Kepala Kantor Pertanahan menarik Sertifikat untuk disatukan dengan buku tanah dan disimpan menjadi warkah pada Kantor Pertanahan”. Dan Pasal 16 ayat (4) menyebutkan “Seluruh warkah sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan alih media (scan) dan disimpan pada Pangkalan Data”.

“Seperti diketahui, warkah merupakan dokumen yang menjadi alat pembuktian data fisik dan yuridis pertanahan yang telah dipergunakan sebagai dasar pendaftaran tanah,” ujarnya.

Guspardi mengingatkan pada Menteri ATR/BPN agar penerapan sertifikat elektronik tidak boleh dimaksudkan menggantikan fisik sertifikat.

Menurut dia, seharusnya penerapan sertifikat elektronik dijadikan sebagai bagian untuk mencadangkan dan memperkuat sertifikat fisik yang berlaku selama ini.

“Tanpa sertifikat elektronik saja masyarakat sudah resah, namun Menteri ATR/BPN malah menerbitkan Permen. Jadi lebih baik ditunda saja dan dilakukan evaluasi dan perevisian terhadap berbagai hal mengenai sertifikat elektronik,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil mengatakan kebijakan sertifikasi tanah elektronik masih dalam tahap uji coba dan belum berlaku bagi masyarakat luas.

“Peraturan Menteri tentang Sertifikat Elektronik merupakan bagian dari uji coba. Peraturan diperlukan untuk diuji coba di Jakarta, Surabaya, dan beberapa kantor pertanahan lainnya,” kata Sofyan dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (22/3/2021).

Sofyan mengatakan dalam sasaran awal dalam uji coba tersebut adalah bangunan milik negara dan aset-aset perusahaan besar yang sertifikatnya dialihkan dari dokumen fisik menjadi dokumen elektronik.

Dalam tahap uji coba, Kementerian ATR/BPN juga terus mengevaluasi keamanan dokumen sertifikat elektronik dengan menggunakan standar internasional. (ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPR

Bantah Bagi-Bagi Duit di Sumenep, Ketua Banggar DPR: Ini Pembunuhan Karakter!

Diterbitkan

Pada

Bantah Bagi-Bagi Duit di Sumenep, Ketua Banggar DPR: Ini Pembunuhan Karakter!
Baca Berita

DPR

PKS: Peleburan Kemenristek Makin Lemahkan Ekosistem Inovasi

Diterbitkan

Pada

Penulis

PKS: Peleburan Kemenristek Makin Lemahkan Ekosistem Inovasi
Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto (ist/net)
Baca Berita

DPR

Azis Minta Masyarakat dan BNPB Waspadai Potensi Siklon Tropis 94W

Diterbitkan

Pada

Penulis

Azis Minta Masyarakat dan BNPB Waspadai Potensi Siklon Tropis 94W
Wakil Ketua DPR RI, Aziz Syamsuddin (ist/net)
Baca Berita
Loading...