Connect with us

DPR

Dewan Sebut Penundaan Impor Beras Bisa Dongkrak Harga Gabah

Diterbitkan

Pada

Dewan Sebut Penundaan Impor Beras Bisa Dongkrak Harga Gabah

Realitarakyat.com – Anggota Komisi IV DPR RI Sunarna meyakini penundaan rencana impor beras oleh pemerintah akan mendongkrak harga gabah di tingkat petani yang anjlok seiring dengan munculnya wacana tersebut pada saat panen raya.

“Presiden Joko Widodo telah menyatakan bahwa rencana impor beras ditunda sampai bulan Juni,” katanya dalam keterangannya, Sabtu (27/3/2021).

Sunarna mengakui Komisi IV DPR RI khususnya Fraksi PDI Perjuangan menolak rencana impor beras karena saat panen raya seperti sekarang, petani di seluruh Indonesia dapat menghasilkan sekitar 14,6 juta ton gabah.

Ia mengatakan jika 14,6 juta ton gabah tersebut setara dengan 9,2 juta ton hingga 9,4 juta ton beras, sehingga tidak perlu untuk dilakukan impor beras.

“Kalau untuk impor seperti saat ini, menyulitkan (petani). Pejabat baru bikin ‘statement’ mau impor saja, sudah menyulitkan masyarakat,” kata anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VIII Banyumas-Cilacap itu.

Dia mengatakan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen di tingkat petani berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24 Tahun 2020 sebesar Rp4.200 per kilogram.

Akan tetapi saat sekarang, kata dia, harga gabah kering panen di tingkat petani berkisar Rp3.000-Rp3.200 per kilogram.

“Kalau kita bicara panen raya 14,6 juta ton (gabah kering panen), selisih Rp1.000 saja, sudah melayang Rp14 triliun (uang) petani seluruh Indonesia. Tentu ini akan menyulitkan petani dan PDI Perjuangan konsisten betul bahwa kita menolak impor beras ini,” katanya.

Sunarna mengatakan dengan potensi panen sebesar 14,6 juta ton gabah tersebut sebenarnya sudah mencukupi kebutuhan dalam negeri karena Indonesia masih surplus beras 9,4 juta ton ditambah stok di Bulog masih 923.000 ton.

“Tentu ini penyerapan Bulog cukup dari hasil petani, belum perlu impor secara hitung-hitungan. Makanya, Bulog pun menolak untuk impor,” kata mantan Bupati Klaten itu.

Terkait dengan harga gabah di tingkat petani yang telah turun drastis, dia mengatakan Bulog harus lebih giat dalam melakukan penyerapan.

Selain itu, kata dia, Presiden Joko Widodo juga telah menyampaikan bahwa rencana impor beras ditunda sampai bulan Juni, sedangkan panen raya berlangsung pada bulan Maret hingga April.

“Ini otomatis (harga gabah) akan naik lagi karena sudah ada putusan bahwa memang benar impor beras akan ditunda. Saya yakin, minggu-minggu besok harga gabah akan naik,” katanya. [prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPR

Dewan Yakin BIN dan Polri Tahu Posisi dari Penista Agama Jozeph Paul Zhang

Diterbitkan

Pada

Dewan Yakin BIN dan Polri Tahu Posisi dari Penista Agama Jozeph Paul Zhang
Baca Berita

DPR

Azis Berharap Rumah Baca di Oebelo Jadi Rumah dan Sumber Ilmu Generasi Penerus Bangsa

Diterbitkan

Pada

Azis Berharap Rumah Baca di Oebelo Jadi Rumah dan Sumber Ilmu Generasi Penerus Bangsa
Baca Berita

DPR

Pimpinan DPR Sampaikan Usulan Status Bencana Nasional untuk NTT

Diterbitkan

Pada

Penulis

Pimpinan DPR Sampaikan Usulan Status Bencana Nasional untuk NTT
Wakil Ketua DPR RI, Aziz Syamsuddin (ist/net)
Baca Berita
Loading...