BKPM Klaim Izin Investasi Miras di Indonesia Sudah Ada Sejak Sebelum Kemerdekaan

  • Bagikan
pemerintah
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia (net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Izin investasi minuman keras (miras) di Indonesia sebenarnya sudah diberikan sejak tahun 1931 atau sebelum kemerdekaan. Saat itu, Belanda sudah memberikan izin pembangunan pabrik minuman beralkohol dan lanjut setelah Indonesia merdeka.

Hal ini diutarakan Kepala Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (2/3/2021).

Menurutnya, izin investasi miras sebenarnya tidak hanya diberikan pada era Jokowi. Namun, dari presiden pertama hingga saat ini, sudah ada 109 izin yang dikeluarkan pemerintah untuk investasi miras.

“Khusus minuman alkohol sebenarnya sejak 1931 di negara kita sebelum merdeka sudah ada izin pembangunan minuman beralkohol dan terus berlanjut baik zaman sebelum merdeka atau setelah,” katanya.

Bahlil menambahkan izin investasi miras yang tadinya di atur pemerintah melalui Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal memang mengatur soal tata cara investasi di industri terkait.

Namun, ia menyebut perpres dibuat agar masyarakat di daerah tertentu yang tak asing dengan minuman beralkohol dapat meraup nilai ekonomis.

“Ini tidak lain dan tidak bukan maksud saya ingin menyampaikan ke seluruh masyarakat bahwa perizinan sudah terjadi sejak pemerintahan pertama dan terakhir, namun tidak untuk menyalakan satu yg lain,” jelasnya.

Dia menyebut pengaturan izin investasi miras di empat provinsi sebagaimana diatur dalam Perpres 10 bukan tanpa alasan. Bali misalnya dipilih karena di Pulau Dewata sebagian masyarakat memproduksi kecil-kecilan secara lokal.

Meski mampu memproduksi kualitas ekspor, namun karena masuk dalam daftar negatif, maka masyarakat tidak mendapat nilai ekonomisnya.

Walau begitu, ia menilai polemik sudah berakhir karena Presiden Jokowi telah mencabut Perpres investasi miras yang menuai polemik berbagai kalangan masyarakat itu.

“Untuk teman-teman pengusaha yang menginginkan hal ini tetap jalan, saya sampaikan kita harus bijak dan ini untuk kebaikan bersama,” pesannya.[prs]

  • Bagikan