Anggota DPRD Loteng Jalani Vaksinasi Covid 19 Tahap Pertama

  • Bagikan
Anggota DPRD Loteng Jalani Vaksinasi Covid 19 Tahap Pertama
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Sebanyak 49 orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok, NTB Senin, (8/03) divaksinasi Covid-19. Vaksinasi tahap pertama di jadwalkan selama 3 hari berturut – turut.

Plt. Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Lombok Tengah, Suhadi Kana SH, mengatakan, sebanyak 49 orang anggota DPRD yang ada di Kabupaten Lombok Tengah, baru 25 orang yang melakukan registrasi dan sebanyak 17 orang berhasil disuntikkan vaksin jenis sinovac hari pertama. Artinya, sebanyak 8 orang belum bisa disuntikkan vaksin karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk divaksin.

Sebanyak 8 orang yang ditunda untuk divaksin. Hal itu dikarenakan kondisi kesehatan mereka belum stabil. ” Penundaan Suntik Vaksin di karenakan kondisi masing – masing anggota tidak memenuhi syarat untuk di vaksin,” ungkapnya.

Menurutnya. hampir 50 persen lebih jajaran DPRD sudah melakukan registrasi. Diyakini, sampai batas waktu yang ditentukan, yakni pada hari Rabu mendatang sudah 100 persen. Untuk vaksinasi tahap kedua akan dilakukan selang 14 hari kemudian.

“Dewan kita kan punya kesibukan masing-masing. Makanya kita targetkan 3 hari. Perlu diketahui bahwa mereka sangat antusias untuk divaksin,” terangnya.

Diharapkan, dengan vaksinasi ini Covid-19 segera berlalu. Selain itu, masyarakat juga tidak was-was lagi untuk divaksin. Mengingat, vaksin ini aman dan halal.

“Kalau vaksin ini tidak aman, mustahil pemerintah akan menjerumuskan rakyatnya. Ini semua dilakukan demi kesehatan dan keselamatan kita bersama,” paparnya.

Sementara itu Wakil ketua DPRD Lombok Tengah, HL. Sarjana, juga mengungkapkan bahwa hakikatnya vaksin ini untuk mengantisipasi penularan. Sehingga diharapakan dengan vaksinasi ini Covid-19 segera mereda dan kehidupan normal kembali.

“Semua DPRD siap divaksin. Internal partai kami juga sudah menginstruksikan agar semua kader maupun fraksi harus divaksin. Ini sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat. Tim medis sudah mengklaim bahwa vaksin ini aman. Sehingga tentu tidak ada keraguan lagi untuk kita suntik vaksin,” katanya. (LS)

  • Bagikan