Connect with us

Daerah

Tidak Cukup Bukti, Kejari Siantar Hentikan Kasus Dugaan Penistaan Agama Terkait Mandikan Jenazah Wanita

Diterbitkan

Pada

Realitarakyat.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar menghentikan penuntutan terhadap kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan empat tenaga kesehatan (nakes) RSUD Djasamen Saragih. Keempatnya nakes laki-laki ini dijerat hukum lantaran memandikan jenazah perempuan yang bukan merupakan muhrimnya.

“Tidak terdapat cukup bukti untuk melakukan penuntutan terhadap empat tenaga kesehatan yang dituduh melakukan penistaan agama tersebut,“ ujar Kepala Kejari Pematangsiantar Agustinus Wijono saat konferensi pers, Rabu (24/2/2021)

Kendati demikian, Agustinus Wijono menyebut surat ketetapan ini dapat dicabut kembali apabila dikemudian hari terdapat alasan baru yang diperoleh penuntut umum.

“Selain itu ada putusan praperadilan atau telah mendapat putusan akhir dari Pengadilan Tinggi yang menyatakan penetapan penghentian penuntutan ini tidak sah,” katanya.

Sebelumnya, empat tenaga kesehatan yang bertugas di bagian pemusalaran jenazah ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama dan melanggar Undang-Undang Praktik Kedokteran.

Kasus bermula saat mereka memandikan jenazah perempuan yang bukan muhrimnya. Suami almarhumah yang kecewa kemudian memviralkannya hingga memicu protes ratusan ulama di Kota Pematangsiantar.(MT)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Aksi Teror ke Masyarakat, Strategi KKB Papua Cari Pembenaran di Media

Diterbitkan

Pada

Penulis

Aksi Teror ke Masyarakat, Strategi KKB Papua Cari Pembenaran di Media
ilustrasi (ist/net)
Baca Berita

Daerah

Kepala Sekolah Mts di Cianjur, Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Diterbitkan

Pada

Penulis

Kepala Sekolah Mts di Cianjur, Ditangkap Saat Pesta Narkoba
(ist/net)
Baca Berita

Daerah

Bahas Pengamanan PON XX, KONI Papua Temui Pangdam XVII/Cenderawasih

Diterbitkan

Pada

Penulis

Bahas Pengamanan PON XX, KONI Papua Temui Pangdam XVII/Cenderawasih
(ist/net)
Baca Berita
Loading...