Terkait Kasus Bansos Jabodetabek Tahun 2020, Hotma Sitompul Dipanggil KPK

  • Bagikan
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Pengacara kondang, Hotma Sitompul, dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap bantuan sosial (bansos) untuk wilayah Jabodetabek Tahun 2020.

Pemanggilan Hotma Sitompul dalam penyidikan kasus tersebut, untuk diperiksa sebagai saksi tersangka MJS (Matheus Joko Santoso) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kementerian Sosial.

“Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka MJS (Matheus Joko Santoso/Pejabat Pembuat Komitmen di Kementerian Sosial),” ujar pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri, melalui keterangan persnya, Jumat (19/2/2021).

Ali menyatakan, selain Hotma, penyidik KPK juga memanggil dua orang lainnya dalam penyidikan kasus tersebut, yakni Elfrida Gusti Gultom yang merupakan istri tersangka Matheus sebagai saksi untuk tersangka Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kemensos Adi Wahyono (AW) dan Ketua DPC PDIP Kabupaten Kendal, Jawa Tengah Akhmat Suyuti sebagai saksi untuk tersangka Matheus.

Sebagaimana diketahui, dua tersangka pemberi suap kasus tersebut, Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja, masing-masing dari pihak swasta telah rampung penyidikannya. Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK pun telah melimpahkan berkas perkara keduanya ke Pengadilan Tipikor Jakarta untuk segera disidang.

Tim JPU selanjutnya menunggu penetapan Majelis Hakim yang akan memimpin persidangan dan penetapan sidang pertama dengan agenda pembacaan surat dakwaan.

Sementara itu untuk tiga tersangka lainnya yang merupakan penerima suap saat ini masih dalam tahap penyidikan, yaitu mantan Mensos Juliari Peter Batubara (JPB) serta dua PPK di Kemensos masing-masing Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW).

Juliari diduga menerima suap senilai Rp17 miliar dari “fee” pengadaan bansos sembako untuk masyarakat terdampak COVID-19 di Jabodetabek.

Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama diduga diterima “fee” Rp12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh Matheus kepada Juliari melalui Adi dengan nilai sekitar Rp8,2 miliar.

Pemberian uang tersebut selanjutnya dikelola oleh Eko dan Shelvy N selaku orang kepercayaan Juliari untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi Juliari.

Untuk periode kedua pelaksanaan paket bansos sembako, terkumpul uang “fee” dari Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp8,8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan Juliari.

Untuk “fee” tiap paket bansos disepakati oleh Matheus dan Adi sebesar Rp10 ribu per paket sembako dari nilai Rp300 ribu per paket bansos. (ndi)

  • Bagikan