Soal Jalan Pu’ukungu – Orekose, Warga Bakal Tempuh Jalur Hukum

  • Bagikan
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Tingkat kejenuhan warga Desa Tendambepa, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende terhadap kerusakan ruas jalan Pu’ukungu – Orekose sudah tidak bisa lagi ditahan.

Pasalnya, hingga saat ini pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ende dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Ende, tidak merespon laporan atau keluhan warga terkait kerusakan jalan Pu’ukungu – Orekose yang dikerjakan oleh PT. SAK.

DDO salah satu warga Desa Tendambepa, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende yang dihubungi wartawan via hp selulernya, Rabu (17/02/2021) mengaku mulai jenuh dengan sikap Pemda Kabupaten Ende dan Dinas PU Kabupaten Ende.

Menurutnya, kejenuhan itu sudah pada batas akhir karena keluhan atau laporan warga soal kerusakan Pu’ukungu – Orekose, sejak bulan lalu tidak direspon hingga saat ini oleh pihak Pemda dan Dinas PU Kabupaten Ende.

“Kami sudah jenuh dengan kerusakan jalan ini. Kami sudah lapor dari bulan kemarin tapi sampai sekarang tidak ada respon sama sekali,” ujar DDO.

Terkait dengan kerusakan jalan Pu’ukungu – Orekose, DDO menegaskan bahwa pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan para Kepala Desa untuk mengambil langkah tegas terkait kerusakan jalan tersebut.

DDO menambahkan jika pihak pemerintah daerah Kabupaten Ende dan Dinas PU Kabupaten Ende, tidak merespon keluhan warga maka jalan terakhir warga akan melaporkan hal itu kepada penegak hukum yakni Kejaksaan.

“Kami masih tunggu, jika Pemerintah Daerah dan Dinas PU Kabupaten Ende tidak merespon maka jalan terakhirnya kami laporkan kepada penegak hukum baik itu polisi maupun kejaksaan tapi kami masih lakukan koordinasi dengan para Kepala Desa (Kades),” tegas DDO.

Menurut DDO, langkah itu dianggap paling ampuh dalam mengatasi kerusakan jalan Pu’ukungu – Orekose yang dikerjakan oleh PT. SAK.

“Jika Pemerintah Kabupaten Ende dan Dinas Pekerjaan Umim (PU) Kabupaten Ende tidak merespon, maka jalan terakhir ya kami laporkan saja ke penegak hukum tapi untuk sementara belum karena masih koordinasi dengan para kepala desa,” kata DDO.(rey)

  • Bagikan