Connect with us

Hukum

Rencana Merger Gojek-Tokopedia, Pakar: Keamanan Data Pelanggan harus Jadi Perhatian

Diterbitkan

Pada

ilustrasi foto: ist/net

Realitarakyat.com – Rencana merger (penggabungan) dua perusahaan startup di Indonesia, yakni Gojek dan Tokopedia, mendadi sorotan pakar keamanan data pribadi, Sinta Dewi Rosadi, terutama terkait data pribadi pelanggan.

Menurut Sinta, data pribadi para pelanggan, harus menjadi perhatian semua pihak seiring dengan rencana penggabungan dua perusahaan tersebut.

“(Keamanan data) tentunya harus menjadi perhatian kita semua karena jangan sampai data pribadi pelanggan itu dibagi ke pihak lain,” kata Sinta, yang juga Ketua Cyber Law Center Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Bandung, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/2/2021).

Menurut dia, tingkat keamanan sistem internal dan upaya perlindungan data nasabah merupakan hal yang saling berkaitan dalam hal menjaga reputasi perusahaan.

Jika terjadi kebocoran data, dia mengatakan, maka hal itu akan membuat konsumen tidak akan menaruh kepercayaan lagi kepada perusahaan itu.

Apalagi, di Indonesia ini, lanjut dia, di mana regulasi terkait keamanan data nasabah belum sepenuhnya ada, maka konsumen akan rentan terekspos terhadap hal tersebut.

Oleh karenanya, dalam kaitan dengan merger Gojek dan Tokopedia, dia melihat pentingnya kedua perusahaan memiliki standar keamanan perlindungan data pelanggan yang sama agar bisa memberikan perlindungan yang optimal kepada pelanggannya.

Selama ini, menurut Sinta, masing-masing pihak telah menunjukkan upaya perbaikan terkait kebijakan perlindungan data pelanggan.

“Perusahaan tersebut, seperti Gojek yang memegang data pelanggan yang besar, terlihat sudah memperbaiki kebijakannya terkait perlindungan privasi data pelanggan, dan itu bagus,” ujarnya.

Ia mengatakan merger perusahaan di industri digital merupakan hal yang lumrah mengingat sektor usaha yang tergolong dinamis. Selama perusahaan menerapkan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola data, aksi merger seharusnya tidak berpengaruh terhadap hal keamanan data konsumen dan masyarakat.

Selain itu, data konsumen juga akan tetap aman selama dilindungi oleh regulasi yang harus dipatuhi oleh masing-masing perusahaan digital di Indonesia.

Ia menambahkan kedua perusahaan saat ini juga telah memiliki fungsi keamanan data di bawah divisi Data Protection Office (DPO), bahkan Gojek memiliki Chief Information and Security Officer atau CISO yang divisinya diisi oleh ahli dan tenaga kerja mumpuni dengan kualifikasi internasional.

Ke depannya, Sinta menyarankan kedua perusahaan menambah posisi penting lainnya, yaitu Data Privacy Officer atau Information Privacy Officer, guna memperkuat tata kelola internal di dalam organisasi.

“Data Privacy Officer atau Information Privacy Officer ini nantinya bekerja seperti konsultan teknis yang akan memantau tata kelola di internal organisasi, di mana mereka akan saling bekerja sama untuk menangani segala isu terkait keamanan data pelanggan sehingga perusahaan bisa menjaga kredibilitasnya,” katanya. (ndi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

MA Kabulkan PK Dua Pelaku Penyuap Patrialis Akbar

Diterbitkan

Pada

MA Kabulkan PK Dua Pelaku Penyuap Patrialis Akbar
Baca Berita

Hukum

Bantah Adanya Taliban di Tubuh KPK, Busyro: Itu Permainan Buzzer Politik

Diterbitkan

Pada

Bantah Adanya Taliban di Tubuh KPK, Busyro: Itu Permainan Buzzer Politik
Baca Berita

Hukum

MA Kabulkan Permohonan Kekayaan Djoko Susilo Sebelum Korupsi Dikembalikan

Diterbitkan

Pada

MA Kabulkan Permohonan Kekayaan Djoko Susilo Sebelum Korupsi Dikembalikan
Baca Berita
Loading...