Connect with us

Daerah

Polres Asahan Ungkap 3 Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur di Wilayahnya

Diterbitkan

Pada

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Aparat Polres Asahan berhasil mengungkap 3 kasus pencabulan yang dilakukan orang dewasa terhadap anak di bawah umur di wilayahnya. Ketiga tersangka berstatus orang tua korban hingga guru.

Kasus pertama, seorang ayah berinisial SS (66) tega mencabuli anak kandungnya sendiri. Aksi bejat itu dilakukan tersangka SS di rumahnya, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge yang tergoda melihat anak perempuannya tidur seorang diri di ruang TV.

Kapolres Asahan, AKBP Nugroho Dwi Karyanto menjelaskan tersangka SS telah berulang kali mencabuli anaknya yang saat ini berusia 15 tahun. Pencabulan pertama kali dilakukan Juli 2016 dan berlangsung hingga Oktober 2020.

“Kebiasaan korban yang selalu tidur di ruang TV pada malam hari sendirian, membuat pelaku tergoda untuk mencabuli anak kandungnya sendiri. Aksi ini sudah terjadi berulang-ulang,” kata Nugroho mengungkapkan kasus tersebut kepada wartawan, Rabu (17/2/2021).

Korban merasa ketakutan karena terus diancam untuk tidak melaporkan kasus tersebut. Tidak hanya di ruang TV, aksi bejat tersebut juga dilakukan saat anggota keluarga lain tidak berada di dalam rumah.

“Sekian lama, berulang-ulang terjadi akhirnya diketahui juga oleh ibu kandung korban yang membuat laporan. Pelaku akhirnya kita tangkap,” kata Nugroho.

Di saat yang sama, Polres Asahan juga memaparkan pengungkapan kasus serupa kali ini dilakukan oleh seorang ayah berinisial SP (49) kepada anak tirinya yang berusia 15 tahun.

Kali ini, tersangka merayu korban dengan iming-iming akan dibelikan sepeda motor. Aksi bejat tersebut dilakukan di rumah mereka di Kecamatan Air Joman.

Kejadian pertama pada Oktober 2020. Saat itu tersangka SP menawarkan anak tirinya sepeda motor. Namun tersangka malah mencabuli korban. Kejadian tersebut terjadi sebanyak tiga kali.

Kasus pencabulan terakhir terhadap anak dilakukan seorang guru mengaji berinisial AS (18) terhadap siswi didiknya yang berusia 15 tahun. Tersangka AS menyetubuhi korban dengan alasan akan menikahinya. Kejadian tersebut terjadi berulang.

Ibu korban yang curiga karena anaknya kerap merasakan sakit pada kemaluan kemudian membawanya ke dokter lalu berterus terang kepada keluarga jika ia telah dicabuli oleh AS yang sering datang ke rumahnya.

“Terhadap para pelaku ini sudah pasti kita berikan ancaman hukuman sebagaimana dengan ketentuan dan aturan yang berlaku pada Undang-Undang Perlindungan Anak, minimal 5 tahun maksimal 15 tahun. Jika dilakukan oleh orang tua kandung akan ditambah 1/3 dari pidana pokoknya,” kata Nugroho.[doly]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Witel NTB Serahkan IndiHome Charity 2021 di Tiga Lokasi Berbeda

Diterbitkan

Pada

Penulis

Witel NTB Serahkan IndiHome Charity 2021 di Tiga Lokasi Berbeda
Baca Berita

Daerah

Traveloka Tanam 10.000 Bibit Bakau di Pantai Batu Berang, Mandalika NTB

Diterbitkan

Pada

Penulis

Traveloka Tanam 10.000 Bibit Bakau di Pantai Batu Berang, Mandalika NTB
ilustrasi (ist/net)
Baca Berita

Daerah

Kasus Labuan Bajo, Antar Ali Antonius Cs Jadi Tersangka

Diterbitkan

Pada

Kasus Labuan Bajo, Antar Ali Antonius Cs Jadi Tersangka
Baca Berita
Loading...