Menhan AS Telepon Putra Mahkota Arab Saudi, Untuk Perkuat Hubungan Strategis

  • Bagikan
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin berbicara dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) untuk perkuat hubungan strategis.

Laporan ini diungkap media pemerintah Saudi pada Jumat (19/2), beberapa hari setelah Gedung Putih mengatakan akan berurusan dengan Raja Salman, bukan ahli warisnya, dan para pejabat AS akan berhubungan dengan mitra mereka di kerajaan.

“Putra Mahkota Mohammed yang juga Menteri Pertahanan Saudi itu meninjau hubungan bilateral dengan Austin, terutama dalam kerja sama pertahanan,” ungkap laporan kantor berita negara Saudi, SPA.

Austin menegaskan kembali pentingnya kemitraan pertahanan strategis antara kedua negara. Dia mengatakan Amerika Serikat berkomitmen membantu Riyadh mempertahankan diri, mengutuk serangan yang diluncurkan ke kerajaan oleh kelompok Houthi di Yaman.

Austin mengatakan dia memiliki percakapan telepon yang produktif dengan MBS.

“Kami membahas komitmen berkelanjutan untuk 70 tahun kemitraan keamanan AS-Saudi, dan saya berharap dapat bekerja sama untuk mencapai keamanan dan stabilitas regional,” tutur dia.

Presiden AS Joe Biden mengatakan pekan ini bahwa dia berencana mengkalibrasi ulang hubungan AS dengan Arab Saudi.

Biden juga akan melakukan diplomasi dengan Raja Saudi Salman bin Abdulaziz daripada Putra Mahkota MBS.

“Biden kembali ke hubungan mitra dengan mitra,” ungkap pernyataan Gedung Putih.

Saudi telah memimpin koalisi militer memerangi gerakan Houthi di Yaman sejak awal 2015.

“Austin berterima kasih kepada MBS atas upaya Saudi menuju solusi politik di Yaman dan mengatakan kedua negara memiliki komitmen bersama menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh kepemimpinan Iran di kawasan itu,” papar laporan SPA dari pertemuan tersebut.

MBS dianggap banyak pihak sebagai pemimpin de facto Saudi dan berada di urutan berikutnya dari takhta yang dipegang Raja Salman yang berusia 85 tahun.

Citra MBS terpukul setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada 2018 di tangan personel keamanan Saudi yang dianggap dekat dengan putra mahkota.

Mantan Presiden AS Donald Trump mempertahankan kontak yang stabil dengan putra mahkota melalui menantu dan penasihat seniornya Jared Kushner.(ilm/int)

  • Bagikan