Connect with us

Politik

Legislator Ini Apresiasi Polisi Tak Tahan Remaja Putri NTT yang Bunuh Sepupunya Karena Mau Diperkosa

Diterbitkan

Pada

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi mengapresiasi sikap kepolisian yang tidak menahan MS, remaja 15 tahun asal Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) karena membela diri saat hendak diperkosa oleh sepupunya yaitu NB (48 tahun).

“Kita patut apresiasi polisi yang menerapkan pendekatan humanis dengan tidak menahan MS yang membunuh sepupunya lantaran mau diperkosa,” kata Andi kepada Realitarakyat.com, Kamis (18/2/2021).

Menurut Andi, dalam kasus ini polisi juga harus melibatkan para ahli pidana dalam penyelidikannya. Hal ini untuk melihat apakah tindakan MS termasuk bela paksa dan tidak terindikasi tindak pidana.

“Dimana polisi bisa menggunakan pasal 49 ayat 1 KUHP sebagai dasarnya,” ungkap politikus Partai Golkar ini.

Lebih lanjut, Andi menjelaskan dalam pasal 49 ayat 1 KUHP disebutkan, barang siapa melakukan perbuatan pembelaan terpaksa untuk diri sendiri maupun untuk orang lain, kehormatan kesusilaan atau harta benda sendiri maupun orang lain, karena ada serangan atau ancaman serangan yang sangat dekat pada saat itu yang melawan hukum.

“Pembelaan terpaksa yang melampui batas, yang langsung disebabkan oleh keguncangan jiwa yang hebat karena serangan atau ancaman serangan itu, tidak dipidana,” jelasnya.

Diketahui, Kasus gadis 16 tahun membunuh pria yang mencoba memperkosanya di Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat sorotan Mabes Polri.

Polri akan menangani kasus pembunuhan tersebut secara humanis dan proporsional. Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dia dijerat Pasal 340 KUHP sub Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman pidana maksimal penjara seumur hidup dan minimal 25 tahun. Kendati demikian, saat ini Polri tidak menahan tersangka karena merupakan anak di bawah umur.

Polisi justru melibatkan Balai Pemasyarakatan dalam menangani kasus ini dengan menempatkan tersangka di Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak di Kupang untuk membantu memulihkan psikologisnya.

“Dari awal kami perintahkan Kapolres untuk tangani kasus ini secara humanis dan proporsional,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Rabu (17/2/2021) malam.

Argo menjelaskan, peristiwa yang terjadi di Timor Tengah Selatan, NTT ini melibatkan pelaku seorang gadis berusia 15 tahun yang membunuh sepupunya karena pencabulan yang dilakukan terhadapnya.

Pengungkapan kasus ini berawal dari penemuan mayat pria di tengah hutan. Polisi mendapati luka akibat benda tajam pada leher korban. Tersangka mengaku melakukan pembunuhan lantaran korban mencabulinya pada Mei 2020.

Tersangka menuturkan, korban sering membeli minuman keras di rumahnya. Korban selalu menyampaikan akan menjadikan dirinya sebagai istri kedua.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Rishian Krisna mengatakan korban sempat mencabuli tersangka sebanyak satu kali. Setelah itu dia terus berupaya mencabuli tersangka kembali untuk kesekian kalinya.

“Tersangka tidak mau dan saat itu korban memaksa tersangka sehingga tersangka langsung menikam korban dengan menggunakan sebilah pisau yang disimpan di saku belakang celana. Setelah itu tersangka langsung pergi meninggalkan korban,” kata Krisna.[prs]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Pemerintah Cuma Anggarkan Rp298 Triliun untuk Belanja Militer Periode 2020-2024

Diterbitkan

Pada

Pemerintah Cuma Anggarkan Rp298 Triliun untuk Belanja Militer Periode 2020-2024
Baca Berita

Politik

Partai PRIMA Menuntut DPR Segera bahas dan Sahkan RUU PKS

Diterbitkan

Pada

Penulis

Partai PRIMA Menuntut DPR Segera bahas dan Sahkan RUU PKS
Baca Berita

Politik

Gelora: Sumpah Palapa Jadi Spirit Akhiri Pembelahan dan Fokus Capai Lima Besar Dunia

Diterbitkan

Pada

Gelora: Sumpah Palapa Jadi Spirit Akhiri Pembelahan dan Fokus Capai Lima Besar Dunia
Baca Berita
Loading...