Kapolri Kunjungi Markas PP Muhammadiyah, Jendral Listyo Dapat Tiga Amanah

  • Bagikan
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo akhirnya dapat bersilaturahmi secara langsung dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir.

Pertemuan itu berlangsung selama satu jam, Jumat (19/02/2021) siang, di Kantor PP Muhammadiyah di Jalan Cik Di Tiro 23, Kelurahan Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta.

“Pertama, Pak Kapolri kulonuwun, silaturahmi kepada PP Muhammadiyah di Ibu Kotanya (Yogyakarta), sekaligus juga memperkenalkan program dan langkah pokok yang memerlukan sinergi dengan Muhammadiyah,” ungkap Haedar Nashir selepas pertemuan di PP Muhammadiyah, Yogayakarta, Jumat (19/2/2021).

Haeda memberikan selamat atas amanah baru Listyo Sigit Prabowo, dan juga memberikan amanah Muhammadiyah sebanyak tiga hal.

“Pertama, di era pandemi Covid-19, Muhammadiyah bersama jajaran Kepolisian Republik Indonesia dengan porsi dan peran masing masing membangun jaringan untuk meningkatkan ikhtiar mengatasi pandemi Covid-19,” kata Haedar.

Selain membahas persoalan pandemi global, Haedar juga sempat mendiskusikan beragam persoalan bangsa saat ini. Termasuk, visi dan misi merekat persatuan bangsa.

“Kedua, kami mendiskusikan dan menyatukan visi bagaimana Muhammadiyah dan Kapolri bersama jajaran kepolisian di seluruh republik Indonesia serta seluruh komponen pemerintah dan komponen bangsa meningkatkan usaha bersama untuk merekat persatuan bangsa,” tutur Guru Besar UMY tersebut.

Sementara itu, Haedar menjelaskan kepada Kapolri Listyo tekait berbagai peran kebangsaan di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan yang melintas batas untuk semua warga bangsa.

Dia menyatakan, Muhammadiyah berupaya terus merajut persatuan dan menjaga kebhinekaan.

“Bahkan, kami sampaikan di kawasan di mana Muhammadiyah dan umat Islam minoritas, tidak ada kendala bagi Muhammadiyah untuk hadir dengan peran-peran yang bersifat memberdayakan, memajukan, dan menyatukan kehidupan bangsa sebagaimana di Indonesia bagian timur,” ungkap Ketum PP Muhammadiyah yang lahir di Bandung, Jawa Barat itu.

Dalam wejangan terakhirnya kepada Kapolri yang baru, Haedar juga mengingatkan agar aparat kepolisian bertindak secara adil dalam penegakkan hukum di tengah masifnya disrupsi informasi, khususnya di media sosial.

Kapolri, kata dia, juga harus mampu menjembatani keragaman di Indonesia.

“Ketiga, kami mendiskusikan di era media sosial ini bagaimana Muhammadiyah dan jajaran Kepolisian terus melakukan edukasi untuk ketertiban, dan keamanan. Dan juga kehidupan yang bisa saling toleran satu sama lain di tengah keragaman,” kata Haedar.(ilm)

  • Bagikan