IRT Di Tahan APH, Dua Orang Balita Turut Serta  Di Dalam Penjara

  • Bagikan
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Berkas perkara yang menjerat 4 orang Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Desa Wajegeseng, Kopang, Lombok Tengah NTB, sudah di limpahkan ke meja pengadilan, bahkan kasus tersebut segera akan di sidangkan.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Lombok Tengah, Abdul Haris mengatakan, kasus pengerusakan gudang tembakau yang mengakibatkan empat orang IRT tersebut, sudah masuk tahap dua. Secara formil telah terpenuhi unsur . Sehingga para tersangka sesuai aturan ditahan, karena tidak ada yang mengajukan surat penangguhan.

“Pada saat kami terima tahap II tiga hari lalu, hanya empat tersangka, itu dititip di Polsek Praya Tengah. Karena tak ada yang menjamin atau mengajukan surat penangguhan,” katanya kepada wartawan  Jumat (19/2/2021).

Menurutnya, Kejaksaan Negeri Praya, menerima pelimpahan berkas perkara dari penyidik Kepolisian dan  langsung mengajukan berkas tersebut kepada pihak pengadilan dan akan dijadwalkan sidang minggu depan.

Sekarang statusnya tahanan Pengadilan. Kalau ada balita yang ikut di tahan kami tidak tahu. Yang jelas di berkas perkara ada empat tersangka saat kami terima.

Menurtnya, dari keterangan yang ada dalam berkas perkara,  kasus dugaan pengerusakan tersebut terjadi Desember 2020 lalu. Para tersangka melempar atap gudang tembakau dengan batu dan kayu pada sore hari dan diketahui oleh pegawai dari Gudang tembakau. Korban mengalami kerugian material Rp 4,5 Juta dan Pasal yang disangkakan terhadap tersangka yakni 170 KUHP ayat 1 dengan ancaman hukuman 5 Tahun penjara.

“Pengakuan tersangka, mereka melempar gudang tembakau dengan  batu, karena menimbulkan bau tak sedap” katanya.

Sebelumnya di kabarkan, empat orang IRT yakni HT (40), NR (38), MR (22) dan FT (38) kesemuanya Desa Wajegesang, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah di tahan. Penahanan ini menyebabkan dua balita turut serta  dijebloskan ke penjara. Lantaran tidak ada upaya hukum dari para tersangka, berkas perkara dugaan pengerusakan atap pabrik gudang tembakau yang di laporkan Desember 2020. (LS)

  • Bagikan