1

Gus Jazil: GAR ITB Ngawur dan Kurang Piknik

Realitarakyat.com – Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid yang akrab disapa Gus Jazil menegaskan jika Din Syamsuddin bukan radikal.

“Pak Din itu bukan radikal, malah GAR (ITB) itu radikal ngawurnya, kurang baca dan kurang piknik,” ujar Gus Jazil kepada wartawan, Selasa (16/2/2021).

Menurut politisi PKB ini Din Syamsuddin jauh lebih banyak prestasinya.

“Coba cermati apa sih kiprah, prestasi dan track record GAR selama ini. Kalau Pak Din jelas Ketum PP Muhammadiyah, pimpinan pesantren dan tokoh muslim dunia,” ungkapnya.

“Saran saya, demi kebaikan bersama agar GAR segera menyampaikan permohonan maaf kepada Pak Din, keluarga dan para pengikutnya,” pungkas Gus Jazil.

Untuk diketahui, Gerakan Anti Radikalisme Alumni Institut Teknologi Bandung (GAR ITB) melaporkan Din Syamsuddin terkait dugaan radikalisme ke KASN. GAR ITB merupakan asosiasi alumni ITB.

Laporan tersebut tertuang dalam surat nomor 05/Lap/GAR-ITB/X/2020 tanggal 28 Oktober 2020, perihal Laporan pelanggaran Disiplin PNS atas nama Terlapor Prof. Dr. H.M. Sirajuddin Syamsuddin, M.A., Ph.D, dan surat nomor 10/Srt/GAR-ITB/I/2021 tanggal 28 Januari 2021, perihal Hukuman disiplin PNS a/n Prof. Dr. H.M. Sirajuddin Syamsuddin, M.A. Ph.D.

Dalam laporannya, GAR ITB menilai Din telah melanggar kode etik sebagai ASN terkait sejumlah pernyataan dan tindakannya dalam dua tahun terakhir.

Dari total 9 pasal yang diduga dilanggar Din, dua di antaranya mengenai putusan Mahkamah Konstitusi terkait putusan hasil sengketa Pilpres 2019 dan kiprahnya di KAMI.

“Dalam konteks ini GAR ITB mendesak KASN agar segera dapat memutuskan adanya pelanggaran kode etik dan kode perilaku Pegawai ASN yang dilakukan oleh Terlapor,” ujar Juru Bicara GAR ITB Shinta Madesari.[prs]