Connect with us

Daerah

Dampak Pandemi Covid-19, Penduduk Miskin di NTB Semakin Bertambah

Diterbitkan

Pada

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Pandemi Covid-19 dampaknya terhadap kehidupan masyarakat sangat fantastis. Mengancam kesehatan, ekonomi dan lainnya multiplayer efek dari virus tersebut. Karut marutnya perekonomian berimplikasi terhadap banyaknya masyarakat miskin akibat tidak adanya pendapatan.

“Pandemi Covid-19 ini dampaknya luar biasa. Masyarakat miskin kita bertambah atau naik menjadi 746,04 ribu orang pada September 2020 dari 713,89 ribu pada Maret 2020. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 0,26 persen. Dari data BPS NTB,” kata Anggota DPRD provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Made Slamet, Rabu (17/2/2021).

Ia menjelaskan, penurunan aktivitas ekonomi masyarakat akibat wabah Corona ini berpengaruh besar sehingga menumbuhkan angka pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja dan tidak berjalan dinamisnya kegiatan ekonomi.

“Korelasinya pasti kemiskinan tinggi karena banyak sekali aktivitas-aktivitas ekonomi yang terhambat dan terhenti sehingga pergerakan ekonomi berkurang dan otomatis, orang-orang yang rawan miskin pasti menjadi miskin,” urainya.

Program strategis yang digelontorkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat baik berupa stimulus ekonomi dan jaring pengaman sosial (JPS) dalam menggerakkan ekonomi. Tapi itu semua belum bisa menekan keterpurukan ekonomi.

Pemerintah dalam hal ini menurutnya, harus memperkuat UMKM. Sebab selama ini sektor tersebut mampu berdaya dan berdiri kokoh dalam menopang ekonomi masyarakat.

“Semestinya usaha mikro kecil ini harus diberikan perhatian lebih. Tapi mereka kurang mendapat itu sehingga mereka ikut tergerus. Sektor yang banyak mendukung kemiskinan adalah sektor-sektor besar,” jelasnya.

Berkaca dari krisis ekonomi yang telah terjadi, sektor-sektor kecil itu mampu bertahan dan teruji. Justru yang tergerus adalah sektor-sektor besar ataupun industri.

Dampak Pandemi Covid-19, Penduduk Miskin di NTB Semakin Bertambah

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) NTB menyebutkan bahwa Jumlah penduduk miskin di Nusa Tenggara Barat pada September 2020 tercatat sebesar 746,04 ribu orang. Sementara pada Maret 2020 mencapai 713,89 ribu orang.

Koordinator Fungsi Statistik Sosial Badan Pusat Statistik Provinsi NTB, Arrief Chandra Setiawan, menyebutkan, pada September 2020, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan tercatat sebesar 389,60 ribu oraang. Sedangkan penduduk miskin di daerah perdesaan sebesar 356,44 ribu orang.

Menurutnya, Pandemi Covid-19 berdampak terhadap pendapatan akibat banyaknya pengangguran. Untuk itulah kedepan pihaknya berharap agar, program stimulus ataupun bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar dimaksimalkan sebab berdampak positif bagi pengurangan beban masyarakat.

Arif Chandra Setiawan menambahkan, periode Maret 2020 hingga September 2020, Indeks Kedalaman Kemiskinan di Nusa Tenggara Barat mengalami kenaikan dari 2,577 menjadi 2,740.

“Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin di Nusa Tenggara Barat cenderung menjauh dari Garis Kemiskinan. SementaraIndeks Keparahan Kemiskinan juga mengalami peningkatan dari 0,611 pada Maret 2020 menjadi 0,730 pada September 2020 sehingga kesenjangan diantara penduduk miskin semakin melebar,” tandasnya.(Din)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Headline

LPPOM MUI Jatim tegaskan pengurusan label halal cukup mudah

Diterbitkan

Pada

Penulis

LPPOM MUI Jatim tegaskan pengurusan label halal cukup mudah
Baca Berita

Daerah

Jaksa Tuntut Tanah Milik Hotel Ayana Komodo Dirampas Untuk Negara

Diterbitkan

Pada

Jaksa Tuntut Tanah Milik Hotel Ayana Komodo Dirampas Untuk Negara
Baca Berita

Daerah

Dua Tahun Lidik Kasus SPAM, Kasi Intel Mengaku Belum Ada Hasil

Diterbitkan

Pada

Dua Tahun Lidik Kasus SPAM, Kasi Intel Mengaku Belum Ada Hasil
Baca Berita
Loading...