Connect with us

Ekonomi

Pandemi COVID-19 Jadi Peluang Indonesia Lesatkan Ekonomi Digital

Diterbitkan

Pada

Peneliti CIPS Siti Alifah Dina (ist/net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Siti Alifah Dina menyatakan bahwa kondisi pandemi COVID-19 dapat dimanfaatkan sebagai peluang bagi Indonesia untuk melesatkan potensi ekonomi digital.
“Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan ekonomi digital. Indonesia memiliki pasar yang besar dan jumlah pengguna ponsel pintar yang tinggi. Kedua poin positif tersebut juga didukung dengan perubahan perilaku konsumen ekonomi digital akibat pandemi,” kata Sitidi Jakarta, Rabu (9/12/2020).
Menurut dia, keadaan pandemi pada saat ini mau tidak mau memaksa banyak orang untuk mengubah pola transaksi keuangan mereka, termasuk penjual dan konsumen.
Transaksi yang tadinya dilakukan dengan tatap muka, lanjutnya, kini semakin sederhana dan beralih ke ranah digital.
Ia mengungkapkan, studi dari Universitas Indonesia juga menjelaskan bahwa pandemi merupakan alasan utama pelaku usaha untuk masuk ke dunia digital menurut 71 persen penjual di aplikasi GoFood dan 93 persen social seller yang menggunakan aplikasi GoSend.
Pada saat yang bersamaan, papar dia, prospek konsumen digital juga turut meningkat dilihat dari peningkatan penggunaan aplikasi belanja online atau dalam jaringan (daring) sebesar 42 persen menurut infografis BPS.
“Tercapainya potensi ekonomi digital Indonesia pada 2025 secara merata bergantung pada, salah satunya, kinerja para pemangku kepentingan dalam mengeliminasi beberapa hambatan, di antaranya yaitu tingginya kesenjangan digital serta adanya hambatan berusaha secara digital,” paparnya.
Sebelumnya, hasil riset yang dilakukan oleh Google, Temasek, dan Bain & Company menyatakan bahwa di tengah pandemi, sektor ekonomi digital Indonesia tetap tangguh dan secara keseluruhan diperkirakan bernilai sebesar 44 miliar dolar AS pada 2020.
“Laporan tahun ini menunjukkan ekonomi digital Indonesia terus bertumbuh dua digit, dipimpin oleh e-commerce dan media online,” kata Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (24/11).
Menurut dia, dengan adanya pandemi, sektor tertentu seperti perjalanan dan transportasi memang terhambat tetapi hasil riset itu menunjukkan hingga 2025 keduanya diperkirakan akan bangkit dalam jangka pendek hingga menengah.
Memadukan analisis Google Trends, Temasek, dan Bain & Company serta sumber dari industri dan wawancara dengan pakar, laporan ini memerinci sektor mana saja yang menunjukkan performa terbaik dan yang paling terdampak pandemi.
Hasil riset itu juga menunjukkan bahwa e-commerce naik 54 persen menjadi 32 miliar dolar pada 2020, dari 21 miliar dolar pada 2019.
Pertumbuhan momentum e-commerce di Indonesia juga tercermin dari peningkatan hingga lima kali lipat jumlah pemasok lokal yang mencoba berjualan daring karena pandemi. (ndi/ant)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPR

DPR Sentil Keributan Ahok dengan Direksi Pertamina

Diterbitkan

Pada

Penulis

DPR Sentil Keributan Ahok dengan Direksi Pertamina
Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP Deddy Yevri Hanteru Sitorus (ist/net)
Baca Berita

DPR

Legislator Demokrat Dukung Kemensos Perbaiki DTKS

Diterbitkan

Pada

Penulis

Legislator Demokrat Dukung Kemensos Perbaiki DTKS
Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Demokrat Achmad (ist/net)
Baca Berita

Ekonomi

BPK Khawatir Ancaman Krisis di Balik Tumpukan Utang Negara saat Pandemi

Diterbitkan

Pada

Penulis

BPK Khawatir Ancaman Krisis di Balik Tumpukan Utang Negara saat Pandemi
Baca Berita
Loading...