Connect with us

Politik

Pro Kontra RUU Ketahanan Keluarga, Publik Diminta Pahami Secara Utuh

Published

on

Realitarakyat.com – Pro dan kontra yang muncul belakangan ini terkait Rancangan Undang-Undang (RUU), tentang Ketahanan Keluarga, dinilai sebagai hal yang lumrah terjadi di negara demokrasi. Hanya saja, publik sejatinya memahami RUU ini secara utuh agar tidak terjadi perdebatan yang justru kontraproduktif.

Demikian dikemukakan anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS, Iskan Qolba Lubis, dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Kamis (27/2/2020).

“Ini sih belum apa-apa, pada menolak. Lihat saja judul usulan itu, ‘Ketahanan Keluarga’. Jadi tidak serta merta di sini semua permasalahan kriminal di dalam rumah tangga, justru dengan adanya RUU Ketahanan Keluarga ini, nantinya akan membuat Indonesia lebih baik ke depannya,” ujar Iskan.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu yang lalu, setidaknya ada lima anggota dewan yang menginisiasi RUU ini, yakni Sodik Mudhajid dari Fraksi Partai Gerindra, Netty Prasetiyani dan Ledia Hanifa dari Fraksi PKS, Endang Maria Astuti dari Fraksi Partai Golkar, serta Ali Taher dari Fraksi PAN.

“RUU ini merupakan RUU prolegnas tahun ini, saya ingin masyarakat jangan apriori dulu, kita lihat nanti riak pembahasannya, pada prinsipnya RUU ini bagus, apalagi kita ini kan menganut adat ketimuran, bukan keluarga bebas seperti di Eropa, mereka menikah itu hanya sekedar ikatan saja, beda dengan kita yang berasas Pancasila, dimana sila pertama yaitu ketuhanan yang maha esa. Jadi, aspek agama tidak boleh kita abaikan begitu saja,” katanya.

Selain itu, ujar Iskan, banyaknya praktik kenakalan remaja, seks bebas, peredaran narkotika dikalangan anak-anak dibawah umur itu juga pasti ada penyebabnya, maka RUU ini diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif solusi.

“Hancurnya moral Bangsa ini diawali dari Rusaknya Tatanan Keluarga, maka coba kita lihat secara terminologi agama, disitu dikatakan bahwa jangan lah mendekati zina, artinya kita harus punya langkah preventif,” tegas Iskan.

“Di situ ada proses, pemikiran, dan kesempatan dalam terciptanya perbuatan yang tidak kita inginkan, sehingga perlu adanya RUU Ketahanan Keluarga ini,” tutup Iskan. (ndi)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Politik

Waketum Gerindra Arief Puyono Minta Luhut Dan Said Didu Berdamai

Published

on

Continue Reading

Headline

Presiden Jokowi Minta 10 Negara dengan Kasus COVID-19 Tertinggi Diumumkan

Published

on

ilustr/net
Continue Reading

Politik

Pastikan Pemudik Bebas COVID-19, Pemerintah Desa Diminta Bangun Pos Jaga

Published

on

Continue Reading
Loading...
Loading…

#Trending