Connect with us

Hukum

Dalami Motif Perundungan di Kebayoran Lama, Polisi Cek Kejiwaan Pelaku

Published

on

Realitarakyat.com – Polisi telah menangkap pelaku tindakan perundungan atau bullying bernada rasis di Tanah Kusir, Kebayoran Lama. Pelaku ditahan dan diperiksa di Polres Metro Jakarta Selatan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Sartono mengatakan, pihaknya masih mendalami motif di balik aksi perundungan oleh pelaku berinisial RK tersebut.

“Ya ini (motifnya) masih kita dalami yang pasti dari pelaku keterangannya masih simpang siur dan bahasanya masih ada ketidaksesuaian. Ini sudah kita BAP, setelah ini kita akan bawa untuk rehabilitasi kejiwaan untuk mengecek apakah ada kelainan atau tidak,” ungkap Budhi saat konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/2).

Budhi melanjutkan, sementara ini pelaku diduga mengidap kelainan mental atau gangguan jiwa.

“Ada ketawa sendiri, historis keluarga juga ya, walaupun keterangan mengakui. Riwayat keluarga katanya ada yang sakit,” ujar Budhi.

Meski masih menunggu pemeriksaan kejiwaan, polisi sudah menetapkan jerat pasal terhadap pelaku. RK dijerat Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang perubahan pada UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, serta Pasal 16 jo Pasal 4 UU Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

“Ancaman maksimal 6 tahun,” ucap Budhi.

Seperti diberitakan sebelumnya, video viral di media sosial yang menunjukan aksi perundungan kepada seorang pria berkebutuhan khusus.

Video viral itu tersebar di media sosial Instagram hingga Twitter. Seperti yang dilihat pada akun Instagram @omah_lambe, Senin (24/2/2020).

Dalam video itu, terlihat seorang pria berkaos merah melakukan aksi rasis berupa perundungan kepada seorang pria berkebutuhan khusus.

Tidak diketahui penyebab perundungan itu terjadi, hingga sang pria itu memarahi orang berkebutuhan khusus dengan nada-nada yang mengandung rasisme.

“Siapa yang nyuruh, mau nguasain Natuna, Jawab China (Tionghoa). Lu minta dimakan? Hah, Indonesia harga mati, NKRI harga mati, Natuna, itu Indonesia, denger lo China (Tionghoa), salamin sama presiden lu, gue tau bayaran presiden lu,” kata pria berbaju merah seperti dilihat dalam video tersebut.

Kejadian tersebut berhenti setelah seorang pengemudi ojek daring mencoba melerai keduanya.

Aksi itu disebut-sebut terjadi di wilayah Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Sementara itu, pihak kepolisian mengaku ikut mendalami video perundungan tersebut.

“Anggota masih (melakukan) penyelidikan,” ucap Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Budi Sartono saat dikonfirmasi.[prs]

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Hukum

Kasus Video Asusila, Pemeran Wanita ‘Vina Garut’ Diganjar 3 Tahun Penjara

Published

on

foto: ist/net/merdeka.com
Continue Reading

Hukum

Waduh… Pimpinan KPK Ini Sambut Positif Wacana Pembebasan Koruptor

Published

on

Continue Reading

Hukum

Yasonna Dinilai Manfaatkan Wabah Covid-19 Untuk Bebaskan Koruptor

Published

on

Continue Reading
Loading...
Loading…

#Trending