Connect with us

Daerah

Agro Expo Rembang, Wujud Perubahan Menuju Pertanian Maju dan Mandiri

Published

on

Realitarakyat.com – Pameran Agro Expo yang digelar Pemkab Rembang, Jawa Tengah, selama tiga hari, dimulai pada 22 – 24 Februari 2020, dengan mengusung tema ‘Menggali Potensi Lokal Menyongsong Pertanian Maju Dan Mandiri’.

Bupati Rembang Rembang Hafidz, saat membuka acara pameran Agro Expo mengemukakan, bahwa pameran Agro Expo agar komuditas unggulan Kabupaten Rembang bisa berjaya dipasaran.

Bagaimana bisa mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Rembang. “Implementasinya bisa dilihat dari pameran Agro Expo ini, sebagai wujud dari ekonomi kebersamaan,” ujar Hafidz, yang bertempat di halaman Kantor Dintanpan Rembang, Sabtu (22/2/2020 ).

Abdul Hafidz mengemukakan, dengan dibangunnya kebersamaan antara petani dengan pemerintah daerah, akan terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat, karena harga produksi pangan akan lebih rendah.

“Produksi yang dihasilkan adalah produksi pangan sehat,” imbuhnya.

Kata Hafidz, dalam rangka Menggali Potensi Lokal Menyongsong Pertanian Maju Dan Mandiri yang menjadi tema Agro Expo, pemerintah daerah telah menerapkan smart farming, dimana pekerjaan dilakukan dengan menggunakan teknologi canggih.

“Kita sudah menggunakan teknologi modern, misalnya untuk mengetahui tentang suhu, termasuk bagaimana melakukan penyemprotan tanaman, dan lainnya,” beber Hafidz.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang Ir Suratmin MM yang di wakili oleh Kepala Bidang (Kabid) Kabid Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) Desty Muryadi mengatakan dalam Expo yang diadakan setiap 2 tahun sekali ini memang untuk menggali potensi lokal di Kabupaten Rembang yang belum terkenal supaya dikenal oleh masyarakat luas dengan diekspos.

Sudah saatnya komuditi lokal seperti buah-buahan harus diekspos untuk mempromosikan yang belum terkenal. Produsen dan konsumen sendiri bisa bertemu langsung dengan petani ,” terang Desty

“Kalau kita tidak berubah, pasti kita akan tertinggal. Apalagi, tanah kita ini produktivitasnya menurun, dan harus segera dilakukan penyuburan

Dia mengaku, dengan kurangnya air maka mempengaruhi penyuburan tanah, oleh karana itu pemerintah membuatkan sumur dangkal dan sebentar lagi akan adanya waduk Randu gunting dari Blora,” pungkasnya.

Di Kabupaten Rembang sendiri untuk sawah produktif sekira 29 ribuan hektar. sampai bulan Februari 2020 ini belum bisa tanam karena cuaca.

Dari pantauan Realitarakyat.com, ada 55 stand yang mengikuti pemeran Agro Expo, yaitu terdiri dari produk unggulan pertanian Kabupaten Rembang, diantaranya, Durian Ceriwik, yang harum dan rasanya manis.

Terdapat juga stand bibit padi, jagung, dan pupuk cair. Ada juga Kopi Arabika, Kopi Lanang, dan madu hasil budidaya, serta produk unggulan lainnya yang dipamerkan di setiap stand.(aw)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Dituding Lakukan Pembiaran Warga Berkerumun Sambut Eva Yolanda, Kapolres Lombok Timur Dituntut Mundur

Published

on

Continue Reading

Daerah

Bupati Paniai, Meki Nawipa, Angkut Sendiri Alkes Covid-19 dengan Pesawat Pribadinya hingga ke Pelosok Papua

Published

on

Bupati paniai (kiri, baju putih lengan pendek) angkut Alkes Covid-19 Untuk Masyarakatnya. Foto: Ist
Continue Reading

Bekasi

Sepasang Suami Istri Tewas Usai Minum Miras Oplosan

Published

on

Ilustrasi
Continue Reading
Loading...
Loading…

#Trending