Connect with us

Daerah

Empat Karyawan Bank NTT Didakwa Pasal Berlapis

Published

on

Sidang Korupsi Bank NTT / Ist

Realitarakyat.com – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang menggelar sidang perdana kasus dugaan korupsi penyaluran kredit macet pada Kantor Cabang Utama (KCU) Bank NTT Tahun 2018 senilai Rp. 5 miliar, Senin (24/02/2020).

Sidang perdana yang digelar dengan agenda pembacaan dakwaan ini dipimpin majelis hakim Wari Juniati didampingi hakim anggota masing – masing, Ari Prabowo dan Ibnu Kholiq. Empat terdakwa masing – masing, Bone Ola Masan, Tri Johanes, Johan Nggebu dan Yohana Bailao didampingi masing – masing pengacara. Turut hadir JPU, Hendrik Tiip dan Herry C. Franklin.

Dalam dakwaan JPU menegaskan bahwa para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melawan hukum untuk menguntungkan sendiri, orang lain atau suatu korporasi dengan merugikan keuangan negara.

Menurut JPU, para terdakwa di dakwa melanggar primair Pasal 2 ayat 1 Undang – Undang Jo Pasal 18 Undang – Undang Nomor 31 tahun 1999 Jo Undang-undang nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 54 ayat 1 Ke 1 KUHP.

Selain itu, para terdakwa didakwa telah melanggar Subsidair Pasal 3 Undang – Undang Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 Ke 1 KUHP.

Menurut JPU, akibat perbuatan para terdakwa mengakibatkan kerugian keuangan negara hingga Rp. 4. 136.165. 672, 66. Ditegaskan JPU, kerugian keuangan yang dialami negara diakibatkan oleh tiga terdakwa yakni Bone Ola Masan, Hadmen Puri dan Tri Agus Johanes.

Usai JPU membacakan dakwaan, kuasa hukum terdakwa Johan Talamanrea Nggebu, Ady Adoe dalam persidangan mengaku mengajukan eksepsi terhadap dakwaan yang diajukan JPU.

Dalam kesempatan yang sama, kuasa hukum Yohana Bailao, Mardan Nainatun dan kuasa hukum terdakwa Bonefasius Ola Masan, Silfidus Aka pada kesempatan yang sama mengaku mengajukan eksepsi atas dakwaan JPU.

“Kami juga mengajukan eksepsi Yang Mulia, pada prinsipnya kami keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum.” tandas kuasa hukum Yohana Bailao, Mardan Nainatun.

Berbeda dengan tiga terdakwa di atas, kuasa hukum Tri Johanes alias Tejo, Marsel Radja mengaku menerima dakwaan JPU. Marsel meminta hakim untuk melanjutkan persidangan pada tahap pemeriksaan saksi.

“Kami terima dakwaan JPU, kami meminta sidang dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi,” ujar Marsel.

Menanggapi permintaan kuasa hukum Tri Johanes, JPU Heri Franklin ketika ditanya majelis hakim meminta waktu satu minggu untuk menghadirkan saksi dari JPU.

Sidang untuk terdakwa Johan Nggebu, Yohana Bailao dan Bonefasius Ola Masan dengan agenda pengajuan eksepsi dari kuasa hukum akan digelar pekan depan tepatnya 3 Maret 2020 mendatang. Di hari yang sama ada pula sidang untuk terdakwa Tri Johanes dengan agenda pemeriksaan saksi.[prs]

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

ODP yang Meninggal karena Keracunan bukan Covid-19

Published

on

Continue Reading

Daerah

Dinilai Kewenangan BPTJ, Depok Belum Berlakukan Pembatasan Transportasi

Published

on

foto: ist/net
Continue Reading

Daerah

Penyemprotan desinfektan cegah virus corana di Desa Batang Pane II

Published

on

Continue Reading
Loading...
Loading…

#Trending