Connect with us

Nasional

Mahfud Klaim Indonesia Sedang Hadapi Gangguan Intoleransi

Published

on

Realitarakyat.com – Menkopolhukam Mahfud MD menyebut jika saat ini Indonesia sedang dihadapkan dengan gangguan yang mengancam persatuan. Salah satu contohnya yakni intoleransi.

Hal ini dikatakan Mahfud saat memberi kuliah umum di Universitas Indonesia, Depok, Senin (17/2/2020).

“Gangguan kita adalah kekurang bersatuan kita misalnya muncul gejala intoleransi, di mana orang yang berbeda itu dianggap musuh,” ujar Mahfud.

Menurut Mahfud, intoleransi sudah semakin nyata terlihat, ditinjau dari semakin banyak munculnya narasi-narasi pembicaraan terkait intoleransi mulai dari mengenai keyakinan hingga rumah ibadah.

“Ini sudah mulai muncul di dalam narasi-narasi pembicaraan tentang keyakinan, tentang pembinaan rumah ibadah dan sebagainya. Itu sudah mulai gangguan, itu sudah masuk gejala umum,” ucap Mahfud.

Dalam kesempatan itu, Mahfud juga menyinggung tentang beberapa gejala yang menyebabkan hancurnya sebuah negara. Pertama, timbulnya disorientasi dalam sebuah negara.

“Sebuah negara yang tidak adil dan tidak bersatu itu bisa disebut sebagai negara yang disorientasi, menyimpang dari orientasi yang seharusnya, dari tujuannya,” ucap dia.

Mahfud tidak memberikan contoh terkait disorientasi tersebut. Namun, dia mengatakan apabila disorientasi itu tetap dibiarkan, maka akan timbul distrust atau ketidakpercayaan publik.

Ketidakpercayaan itu, kata Mahfud, disebabkan tidak adanya kepercayaan publik terhadap pemerintah. Jika hal itu dibiarkan maka akan memicu timbulnya disobedience atau pembangkangan.

“Maka akan terjadi pembangkangan, orang melawan. Kalau diperlakukan tidak adil orang melawan. Kalau diperlakukan tidak adil, mati atau melawan. Jadi masih ada kemungkinan begitu. Nah Kalau disobedience terus terjadi, dan dibiarkan terus maka akan terjadi disintegrasi,” kata Mahfud.

Dia menyebut bahwa berdasarkan sejarah, gejala-gejala tersebut telah terbukti dapat meruntuhkan kerajaan-kerajaan besar yang pernah berkuasa di Nusantara.

“Hancurnya kerajaan-kerajaan di Indonesia yang dulu pernah berjaya, sebutlah apa saja, Majapahit, Mataram, Demak, Sriwijaya dan sebagainya itu hancur karena disorientasi, distrust di tengah-tengah masyarakat, disobedience, dan juga terjadi disintegrasi,” ucap Mahfud.[prs]

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Headline

Sebut Jabatan Ketua MA Penuh Godaan, Bamsoet Minta Syarifuddin Benahi Peradilan

Published

on

foto: ist/net
Continue Reading

DPR

Perbedaan Data Positif Corona, DPR: Itu Karena Komunikasi Pemerintah Pusat dan Daerah Kurang Baik

Published

on

foto: ist/net
Continue Reading

Nasional

Jajak Pendapat UNICEF: 90% Remaja Indonesia Optimis Pemerintah dapat Tangani COVID-19

Published

on

foto: ist
Continue Reading
Loading…

#Trending