Connect with us

Nasional

Forum Seniman Anggap Revitalisasi TIM, Anggap Pemprov DKI Hancurkan Sejarah

Published

on

Realitarakyat.com – Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki (TIM) menyesalkan penghancuran bangunan yang seharusnya sudah bisa diusulkan untuk ditetapkan sebagai cagar budaya, oleh karena peran dan fungsinya selama puluhan tahun sebagai panggung ekspresi seniman dan melahirkan banyak seniman handal dari sana.

Pemprov DKI Jakarta melalui PT Jakarta Propertindo (Jakpro) saat ini sedang menghancurkan kawasan TIM untuk mengkomersialkan seluruh ruang dan bangunan, menarik penghasilan dari penyewaan 200 kamar hotel, dari area parkir bawah tanah seluas lapangan bola, serta dari media iklan elektronik luar ruang yang akan dipasang di tempat-tempat strategis kawasan TIM.

Ada sejarah dan sukma kebudayaan yang seharusnya dipertahankan sebagai penanda, sebagai monumen yang memberi kesaksian bagi generasi yang akan datang. Tapi dihancurkan demi kepentingan nafsu semata. Seniman Peduli TIM protes keras!

Akhirnya, seluruh seniman melalui beberapa perwakilan akan diterima Komisi X DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/2/2020) siang.

Dalam RDPU, rencananya para seniman akan menyampaikan “Pernyataan Cikini”, dan “Tuntutan Moratorium”, serta menyerahkan sejumlah catatan pelanggaran sejarah, etik, moral, dan hukum, yang terjadi sehubungan dengan kegiatan revitalisasi TIM itu.

Mereka juga telah mempersiapkan aksi seni, ‘happening art’, tentang genosida kebudayaan yang menghantam TIM dan mempalu-godam banyak ruang-ruang elapresi seniman di berbagai daerah, seperti di Palembang, yang Taman Budayanya kini disulap menjadi mal dan pusat makan-memakan (kuliner).

Aksi seni akan berlangsung dengan menampilkan ‘silent action’ (pernyataan senyap), yang menyindir Pemprov DKI Jakarta yang telah menghantarkan alat-alat berat dengan ‘diam-diam’ (tanpa permisi pada para seniman) yang notabene adalah pemilik saham terbesar kawasan TIM, sebagaimana diamanahkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, yang sangat dihormati oleh para seniman itu.

Mereka juga dengan bijak telah menyebarkan gestur dengan menutup mata kiri, sebagai bentuk protes atas kebijakan yang ‘memandang sebelah mata’ terhadap keberadaan para seniman, tidak hanya terhadap mereka yang ada di ibukota Jakarta, tapi juga ribuan seniman di berbagai daerah yang menganggap bahwa TIM juga adalah milik mereka.

Aksi silent action yang dilakukan Forum Seniman Peduli TIM sudah berlangsung sembilan kali di trotoar TIM di jalan Cikini Raya, dengan diikuti oleh para seniman Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Padang, Bali, dan berbagai kota. Demikian pula, pada acara Diskusi Publik bertema genosida kebudayaan dan pemberangusan ruang kreatif, yang telah berlangsung dua kali, dengan dihadiri oleh ratusan seniman yang sepakat menolak Pergub 63 Tahun 2019 yang ganjil itu.

Sejauh ini Gubernur DKI Jakarta tak bergeming dengan kebijakannya. Karena itu, kehadiran para seniman di Senayan hari ini, bisa segera menghasilkan jalan keluar yang benar-benar bermartabat, baik bagi para seniman maupun penguasa DKI Jakarta (yang bertanggungjawab untuk membiayai TIM dan seluruh kegiatan di dalamnya dari APBD).

“Karena TIM adalah ruang investasi kebudayaan yang immateriel, yang tidak boleh dihinakan dengan dikelola oleh semangat mencari laba,” ujar Dolorosa Sinaga, seniman patung yang juga pengajar di Institut Kesenian Jakarta.

Diharapkan, pernyataan dan tuntutan segera sampai ke telinga Pemerintah Pusat. Jika Pemprov DKI Jakarta tidak sanggup membiayai TIM, lalu menggadaikannya kepada Jakpro, para seniman berharap agar penguasaan TIM segera saja diambil alih oleh Pemerintah Pusat.(ilm)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Headline

Sebut Jabatan Ketua MA Penuh Godaan, Bamsoet Minta Syarifuddin Benahi Peradilan

Published

on

foto: ist/net
Continue Reading

DPR

Perbedaan Data Positif Corona, DPR: Itu Karena Komunikasi Pemerintah Pusat dan Daerah Kurang Baik

Published

on

foto: ist/net
Continue Reading

Nasional

Jajak Pendapat UNICEF: 90% Remaja Indonesia Optimis Pemerintah dapat Tangani COVID-19

Published

on

foto: ist
Continue Reading
Loading…

#Trending