Connect with us

Headline

Sebulan Tak Mampu Tangkap Harun Masiku, Kinerja KPK Dinilai Kacau Balau

Published

on

foto: ist/net

Realitararakyat.com – Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dinilai telah melemahkan upaya pemberantasan korupsi. Kondisi tersebut, diperparah dengan permasalahan yang ada dalam tubuh lembaga anti rasuah itu.

Pernyataan tersebut, dikemukakan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana, kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Dia menyebutkan, permasalahan dimaksud adalah menyangkut problematika pemilihan pimpinan KPK yang dapat mempengaruhi upaya pemberantasan korupsi ke depan.

“Problem itu, selain pemilihan pimpinan yang bermasalah, juga buruknya figur para pimpinan KPK, dan kinerjanya yang kacau balau. Ketiga permasalahan itu, nampak nyata ketika KPK akan menyegel Kantor DPP PDI Perjuangan terkait kasus Harun Masiku, tampak mengendur saat para penyidiknya mendapat perlawanan,” ujar Kurnia.

“Ya, soal kejadian penyegelan DPP PDI-P didebat sedikit saja oleh PDI-P, mereka langsung mundur. Padahal selama ini penyelegelan adalah tindakan yang biasa, normal, dan tidak pernah ada resistensi dari pihak manapun,” ujarnya menambahkan.

Terkait dengan kasus tersebut, Kurnia mengatakan bahwa lima pimpinan KPK patut disalahkan. Pasalnya, hingga sebulan lebih lamanya, pimpinan KPK tak kunjung menangkap mantan caleg PDI-P, Harun Masiku.

“Terkait Harun Masiku tak kunjung ditemukan, jadi kesalahan itu pantas kita sematkan kepada lima orang pimpinan KPK,” kata Kurnia.

Sebagaimana sebelumnya, KPK batal menyegel ruangan di Kantor DPP PDI Perjuangan terkait operasi tangkap tangan (OTT) terhadap mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar menyatakan, tim yang diturunkan untuk menyegel telah dibekali dengan surat yang lengkap. Mereka juga telah menemui petugas keamanan di Kantor DPP PDI-P.

Namun petugas keamanan tersebut, tidak serta merta memberi izin masuk kepada petugas KPK karena ingin meminta izin kepada atasannya terlebih dahulu.

“Ketika mau pamit ke atasannya, telepon itu enggak terangkat-angkat oleh atasannya, karena lama, mereka mau (menyegel) beberapa objek lagi, jadi ditinggalkan,” ujar Lili, Kamis (10/1/2020) lalu. (ndi)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Headline

Jalanan Jakarta Tergenang, Ganjil Genap Tak Berlaku Sementara Hari Ini

Published

on

Continue Reading

Headline

Rocky Gerung Sebut Jalan Pemikiran Jokowi Ngaco

Published

on

Continue Reading

DPR

Ketua BURT: Tidak Ada Kebakaran di DPR

Published

on

Continue Reading
Loading...




Loading…

#Trending