Connect with us

Headline

Koperasi HMM Gagal Bayar, Pesan Kemenkop: Jangan Mudah Tergiur Iming-iming Bunga Tinggi

Published

on

Realitarakyat.com – Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM, Suparno, menerima pengaduan dari anggota Koperasi Hanson Mitra Mandiri. Pengaduan dimaksud, terkait kasus gagal bayar terhadap simpanan berjangka anggotanya.

Hanson Mitra Mandiri, merupakan koperasi yang terafiliasi dengan Hanson International milik Benny Tjokro.

Suparno menegaskan, anggota koperasi yang melapor tersebut, terdiri dari dua orang anggota resmi dan satu orang bukan anggota resmi. Keduanya melapor dengan jumlah kerugian yang dialaminya cukup signifikan, yakni sebesar Rp1,6 miliar, Rp800 juta, dan Rp 600 juta.

“Karenanya, saya himbau jangan mudah tergiur dengan iming-iming bunga tinggi, yakini dulu, betulkah? Koperasi lain banyak yang bagus, koperasi baru dua tahun sudah himpun dana anggota. Tapi kami masih dalami terus apakah dia yang bermitra juga dijadikan anggota,” pesan Suparno, kepada wartawan, di kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Suparno menjelaskan, berdasarkan hasil investigasi, kasus gagal bayar tersebut terjadi karena dana yang dikumpulkan Koperasi HMM digunakan untuk investasi properti.

Dikatakannya, penghimpunan dana yang dilakukan koperasi Hanson Mitra Mandiri, berupa simpanan berjangka yang dimulai sejak Maret 2018 dan digunakan untuk pembebasan tanah milik PT Hanson.

“Setelah diselidiki, koperasi ini memiliki banyak permasalahan. Di antaranya tidak memiliki izin usaha simpan pinjam (IUSP) hingga 21 Oktober 2019, pengalihan fungsi yang awalnya koperasi karyawan menjadi koperasi konsumen. Dan koperasi ini tidak melaksanakan kegiatan sebagaimana tertera dalam Anggaran Dasar (AD) Koperasi Konsumen,” ujarnya menambahkan.

Terkait hal tersebut, pihaknya telah melakukan pertemuan pengelola koperasi Hanson Mitra Mandiri. Pertemuan itu, dilaksanakan pada Selasa, 14 Januari 2020.

“Pihak koperasi dihadiri oleh Rina Mariatna selaku bendahara, Wiwik Sukarno (pengawas), Jumiah (pengawas), Novita (admin finance), dan Antonius Riyanto N (admin accounting). Mereka katanya akan mengganti dana tersebut secara bertahap dan kegiatan usahanya sementara ini akan ditutup sampai kasus ini selesai,” ujar Suparno.

Sebagaimana diketahui, koperasi yang Berbadan Hukum 007048/BH/M.KUKM.2/I/2018 ini, menawarkan bunga simpanan berjangka yang cukup menggiurkan, yaitu untuk simpanan berjangka 3 bulan sebesar 10 persen, simpanan berjangka 6 bulan sebesar 11 persen, dan simpanan berjangka 12 bulan sebesar 12 persen.

Pertanyaan pun kemudian muncul, siapa sebenarnya sosok Benny Tjokrosaputro (Benny Tjokro)? Ternyata, dalam skandal di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero), nama Benny Tjokro juga disebut-sebut terlibat.

Dia merupakan Direktur Utama PT Hanson International Tbk. Namanya beberapa kali dikaitkan dengan masalah yang saat ini membelit Jiwasraya dan Asabri. Ini lantaran kedua BUMN asuransi tersebut, menempatkan dana investasi besar di perusahaan propertinya.

Selain dikenal sebagai pemain saham kawakan di Bursa Efek Indonesia (BEI), cucu pendiri Batik Keris Kasom Handoko Tjokrosapoetro ini, juga dikenal sebagai raja tanah.

PT Hanson International dikenal memiliki ribuan hektar tanah di kawasan Barat Jakarta dengan luas 3.026 hektar. Tanahnya tersebar di Serpong, Cengkareng, dan Maja yang masuk Kabupaten Lebak.

Di Maja, Hanson International menggandeng Grup Ciputra untuk mengembangkan perumahan di atas ribuan hektar lahan miliknya.

Proyek terbesarnya, yakni Citra Maja Raya 1 dan 2 yang digarap bersama Grup Ciputra. Dengan jarak 55 kilometer dari Jakarta, proyek perumahan ini menyasar kalangan menengah dan menengah bawah yang lokasinya ditempuh sekitar 2 jam perjalanan dengan KRL dari Stasiun Tanah Abang, Jakarta.

Dengan konsep Transit Oriented Development (TOD), kawasan ini dikembangkan sebagai hunian yang dekat dengan moda transportasi KRL yang mendekatkan diri dengan Stasiun Maja.

Dikutip dari Annual Report PT Hanson International Tbk 2018, Citra Maja Raya merupakan salah satu proyek kerja sama pengembangan lahan/KSO Perseroan melalui entitas anak dengan Grup Ciputra.

Bersama Grup Ciputra, proyek ini dikerjakan lewat anak-anak perusahaam Hanson International, yaitu PT Armidian Karyatama Tbk, PT Harvets Time, dan PT Putra Asih Laksana.

Ketiga perusahaan tersebut terafiliasi dengan PT Mandiri Mega Jaya (MMJ) yang merupakan anak usaha PT Hanson International, dan berperan sebagai induk usaha di bidang properti. (ris/ndi)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Headline

Ketua DPR: Agar Tak Ada Kegaduhan, RUU Omnibus Law Harus Diendapkan

Published

on

foto: ist/net
Continue Reading

Headline

BMKG Prediksi Hujan Lebat Akan Guyur Beberapa Daerah Sampai Akhir Maret

Published

on

Continue Reading

Headline

Presiden Jokowi Apresiasi Langkah Hakim MA Lakukan Reformasi Peradilan

Published

on

Continue Reading
Loading...




Loading…

#Trending