Connect with us

Daerah

Soal Pungli Map Rapot, Disdik Bandung Mengaku Tak Ada Pungutan

Published

on

Realitarakyat.com – Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan SMP Dinas Pendidikan Kota Bandung, Dani Nurahman menegaskan, tidak ada pungutan liar yang terjadi di salah satu SMP Kota Bandung sebagaimana yang diperbincangkan masyarakat. Dia mengaku telah menelusurinya ke sekolah terkait dengan memanggil kepala sekolah dan ketua komite.

“Saya sudah panggil kepala sekolah dan ketua komitenya. Keduanya mengaku tidak tahu menahu soal adanya sumbangan itu. Keduanya bahkan sudah menulis surat pernyataan tertanggal 22 Januari 2020,” jelas Dani, Kamis (23/1/2020).

Dani mengakui ada unggahan di grup Whatsapp tertanggal 14 November 2019 yang mengatasnamakan komite sekolah. Isinya berupa rincian keperluan biaya untuk siswa kelas IX, terdiri dari biaya pemantapan kompetensi akademik UN & UNBK, buku pemantapan UN dan UNBK, map ijazah, peralatan UNBK, dan biaya perpisahan.

“Tapi itu dibuat bukan oleh sekolah atau komite, melainkan perwakilan orang tua siswa,” ucapnya.

Komponen biaya yang disebutkan di dalam pesan tersebut memang tidak tercantum di dalam Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS). Oleh karena itu, orang tua berinisiatif untuk mengumpulkan biaya sendiri untuk keperluan siswa kelas IX yang akan melaksanakan ujian akhir dan perpisahan sekolah..

“Kalau map rapot, dari sekolah memang tidak menyediakan. Dari sekolah, rapor itu berbentuk selembar kertas yang dimasukkan ke dalam map biasa. Kemudian orang tua mungkin berekspektasi lebih, ingin membeli map yang agak bagus, bentuknya seperti map ijazah. Makanya mereka berinisiatif,” bebernya.

Deni juga menambahkan, sejak tahun lalu, pihak sekolah sudah tidak melaksanakan kegiatan perpisahan. Namun, orang tua berinisiatif untuk mengadakan perpisahan dengan mengumpulkan dana sendiri. Bahkan, pihak sekolah menjadi tamu undangan.

“Jadi yang berinisiatif itu perwakilan kelas. Orang tua berinisiatif di kelas. Tidak resmi dari sekolah dan komite.. Jadi baru sebatas obrolan saja beberapa orang tua,” katanya.

“Bahkan belum terjadi pengumpulan dana. Baru sebatas informasi saja di kalangan internal segelintir orang tua,” imbuhnya.

Namun, karena khawatir informasi tersebut dapat ditafsirkan lain, pihak sekolah akhirnya mengeluarkan surat edaran tanggal 22 Januari 2020 yang memberhentikan seluruh program akhir tahun kelas IX tahun pelajaran 2019/2020 tentang biaya kegiatan sebagaimana yang tercantum di dalam pesan itu.

Dani setuju kasus ini diusut tuntas agar tidak terjadi lagi di kemudian hari. Ia ingin agar situasi di Kota Bandung tetap kondusif.

“Ini kan sempat meresahkan. Jadi memang lebih baik ini segera diselesaikan agar jangan sampai terjadi lagi. Karena akan mengganggu,” ucapnya.

“Sekolah sudah menghentikan seluruh prosesnya. Jadi tidak ada kegiatan akhir tahun,” tegasnya.

Berikut isi surat imbauan yang diduga pungli di salah satu SMP Negeri di Bandung:

 

Bandung, 14 Nop 2019

Kepada Yth, Orang Tua Siswa/Siswi KlS IX SMPN ** Bandung

Dengan ini disampaikan perihal Keperluan Biaya untuk kelas IX, sesuai kesepakatan antara pihak Sekolah, Komite dan Ortu Perwakilan Kls IX A s.d J.

Sebagai berikut :
1. Biaya Pemantapan Kompetensi Akademik UN & UNBK (diadakan di sekolah 52 x pertemuan )
Rp 270.000,-

2. Buku pemantapan persiapan UN dan UNBK (4 mata pelajaran) penerbit Ganesha Operation.

Rp150.000,-

3. Map (sampul) Ijazah – Rp. 50.000,- foto – Rp. 25.000,-

4. Peralatan/Penambahan UNBK – Rp. 8.000,-

5. Biaya Perpisahan:

Perpisahan – Rp. 550.000,-

Cendramata, Dll – Rp. 47.000,-

Jumlah Biaya Rp.1.100.000,-

Ketentuan Pembayaran, Bisa melalui :

– Bendahara Perwakilan kelas

– Titip Kpd Panitia Sekolah

– Rek Komite

BCA Riau

AC. 08606xxxxx

AN. S*k*rt*

Pembayaran bisa bertahap

Tahap 1 : Untuk Buku & Pemantapan – Rp. 420.000,-

(Diusahakan Tgl 22 Nop 2019 sudah ada yg masuk)

Tahap 2 : Biaya Ijazah + Foto – Rp.75.000,-

Tahap 3: Biaya Perpisahan, DLL – Rp. 605.000,-

Demikian disampaikan , atas perhatian Bpk/Ibu kami ucapkan terima kasih.

A.n Komite SMPN ** BDG

Atas pertimbangan redaksi, penulisan nama orang dan sekolah disamarkan. (ris)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Agro Expo Rembang, Wujud Perubahan Menuju Pertanian Maju dan Mandiri

Published

on

Continue Reading

Daerah

Dampingi Tersangka Korupsi, Bank NTT Gocek Rp 90 Juta

Published

on

Continue Reading

Daerah

HPSN Tak Hanya Soal Sampah, Perhatikan Juga Pekerjanya

Published

on

Continue Reading
Loading...




Loading…

#Trending