Connect with us

Daerah

Sidang Kasus NTT Fair, Nama Frans Lebu Raya 3 Kali Disebut Terima Uang

Published

on

Realitarakyat.com – Majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang dalam putusannya tiga kali menyebutkan bahwa Mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, menerima uang sebesar Rp568 juta dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan gedung pameran NTT Fair pada tahun 2018 senilai Rp29,9 miliar.

Dalam putusan itu tertuang jelas yang dibacakan oleh majelis hakim untuk tiga terdakwa diantaranya Yuli Afra (mantan Kadis PRKP NTT), Dona Fabiola Toh (PPK proyek NTT Fair) dan Hadmen Puri (Dirut PT. Cipta Eka Puri).

Berdasarkan fakta persidangan perkara ini, majelis hakim menemukan adanya bukti petunjuk aliran dana proyek NTT Fair kepada mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya (FLR).

Dalam materi putusan majelis hakim terhadap terdakwa Yulia Afra (mantan kadis PRKP), yang dibacakan Hakim Ali Muhtarom, Selasa, (21/1/2020) siang, majelis hakim yang mengadili kasus NTT Fair mengaku telah menemukan bukti petunjuk.

“Karena dalam fakta persidangan ada kesesuaian keterangan dari para saksi sehingga majelis hakim menemukan adanya bukti petunjuk aliran dana kepada mantan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya,” jelas hakim Muhtarom.

Menurut majelis hakim, fakta persidangan telah menyebutkan bahwa terdakwa Yulia Afra minta fee kepada direktur PT Cipta Eka Puri, Hadmen Puri sebesar 5 persen. Kemudian, saksi Hadmen Puri menyerahkan uang itu kepada terdakwa Yulia Afra melalui transfer kepada saksi Fery Johns Pandie.

Terdakwa Yulia Afra mengambil uang itu dari saksi Fery Johns Pandie secara bertahap kurang lebih tujuh sampai delapan kali melalui stafnya Boby Lanoe.

Terdakwa menyerahkan uang itu kepada mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya melalui ajudan Gubernur, Ariyanto Rondak.

“Ariyanto Rondak setelah menyerahkan uang itu kepada Gubernur (mantan) NTT Frans Lebu Raya di ruang kerjanya langsung melaporkan kepada terdakwa Yulia Afra melalui telepon seluler jika sudah menyerahkan uang itu kepada saksi Frans Lebu Raya,” tandasnya.

Hakim pun menyebut perbuatan terdakwa Yulia Afra turut menguntungkan mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya sebesar Rp 568 juta, Sekda NTT Benediktus Polo Maing sebanyak Rp 100 juta dan Syamsul Rizal Rp 25 juta.

Pantauan wartawan, sidang dipimpin Hakim ketua majelis, Dju Johnson Mira Mengngi didampingi Ali Muhtarom dan Ari Prabowo sebagai anggota.

Turut hadir, JPU Hendrik Tip, Hery Franklin, dan Emi Jemahat. Terdakwa Yulia Afra didampingi Kuasa Hukumnya, Rusdinur. (rey)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Bupati Klaim Warga Pulau Seribu Siap Terima WNI Observasi Virus Corona

Published

on

Continue Reading

Daerah

Gerebek Kampung Narkoba di Medan, Polisi Amankan 8 Pemakai

Published

on

Continue Reading

Daerah

14 Kecamatan di Karawang Juga Diterjang Banjir

Published

on

Continue Reading
Loading...




Loading…

#Trending