Connect with us

Politik

Polisi Bekuk Pelaku Pengeroyok yang Seret Nama Kasat Reskrim Polres Jaksel

Published

on

Realitarakyat.com – Aparat kepolisian menangkap dua tersangka kasus pengeroyok terkait perebutan tanah yang perkaranya menyeret nama Kasat Reskrim AKBP Andi Sinjaya Ghalib meminta uang senilai Rp 1 miliar.

Kedua tersangka berinisial MY dan S ditangkap oleh tim khusus bentukan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan di wilayah Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, langsung dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis (16/1/2020) untuk menjalani pemeriksaan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Andi Sinjaya Ghalib mengatakan pencarian kedua tersangka mengalami kesulitan oleh karena itu pihaknya membentuk tim khusus.

“Saya membentuk tim khusus dari unit resmob yang lakukan pengejaran karena ada kesulitan saat dicari tersangka tersebut,” kata Andi saat dikonfirmasi.

Andi menjelaskan, kesulitan yang dimaksud adalah kedua tersangka tidak mengindahkan dua kali pemanggilan sebagai tersangka yang dilayangkan oleh Polres Metro Jakarta Selatan.

Kedua tersangka terindikasi berupaya melarikan diri dari perkara yang sudah bergulir sejak Maret 2018. Sementara keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 1 Agustus 2018. “Mungkin karena intinya melarikan diri, menghilang, sehingga upaya saya bentuk tim khusus tangkap tersangka,” kata Andi.

Andi menyebutkan tim khusus telah dibentuk sejak 7 Januari 2020 dengan mempertimbangkan tindakan para tersangka yang tidak kooperatif.

Andi mengatakan perkara tersebut kini telah memasuki tahap dua, untuk P21 telah dilimpahkan ke kejaksaan. “Tersangka dikenakan Pasal 170 KUHP,” kata Andi.

Adapun Pasal 170 KUHP menyatakan tersangka melakukan perusakan dan penganiayaan secara bersama-sama.

Tersangka MY dan S dilaporkan oleh Budianto Tahapary terkait kasus perusakan dan penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama terhadap objek bangunan dan tanah yang dikuasainya, kejadian itu pada 4 Maret 2018.

Budianto melaporkan perkara tersebut ke Polda Metro Jaya, lalu pada 9 Maret 2018 perkara tersebut dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Hingga Desember 2019 perkara tersebut tidak kunjung tuntas, padahal Agustus 2018 keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun tidak dilakukan penahanan.

Perkara tersebut menjadi ramai setelah Budianto melaporkan ada oknum penyidik Polrestro Jaksel memintanya uang senilai Rp1 miliar agar perkaranya dituntaskan kepada Indonesia Police Watch (IPW).

Laporan tersebut dilayangkan Budianto karena kesal perkaranya tidak tuntas dan ada oknum yang mengatasnamakan Kasat Reskrim Polrestro Jaksel yang meminta uang Rp1 miliar untuk menyelesaikan perkaranya.

Hingga laporan tersebut diproses di Propam Polda Metro Jaya dan hasil pemeriksaan menyatakan AKBP Andi Sinjaya Ghalib tidak terbukti meminta uang Rp1 miliar.

Sementara itu, Budianto Tahapary selaku pelapor mengapresiasi kinerja kepolisian yang akhirnya bisa menuntaskan laporan perkara miliknya yang sudah berjalan 1,5 tahun lamanya.

“Saya terima kasih sekali karena DPO (daftar pencarian orang) telah ditangkap dan tahap dua hari ini, Kamis 16 Januari. Saya apresiasi AKBP Andi Sinjaya tidak ada hutang perkara buat bapak. Persoalan saya anggap selesai dengan dibuktikannya tahanan ada, saya liat sendiri,” kata Budianto.(ndi)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Politik

Di Kongres partai Gerindra, Dipastikan Tidak Ada kandidat Calon Selain Prabowo

Published

on

Continue Reading

DPR

DPR Kesal Tiga Gubernur Mangkir dari Undangan Rapat Soal Banjir

Published

on

Continue Reading

Politik

Hasil Survei PRC dan PPI, Tantangan bagi Anggota DPR Jaga Kepercayaan Publik

Published

on

Continue Reading
Loading...




Loading…

#Trending