Connect with us

Politik

Waketum PAN Sebut Klaim Dukungan 30 DPW ke Zulhas Tak Akurat

Published

on

Mulfachri Harahap / Net

Realitarakyat.com – Jumlah Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) yang menyatakan dukungan kepada Zulkifli Hasan untuk maju kembali sebagai calon ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) tidak akurat.

Demikian dikatakan, Waketum PAN Mulfachri Harahap yang juga ikut maju dalam kontestasi pemilihan calon ketum kepada wartawan di Jakarta, Minggu (8/12/2019).

Mulfachri mengaku didukung oleh 10 dari 34 DPW PAN yang ada di Tanah Air.

“Saya kira angka itu tidak akurat, karena kita sendiri menghitung sudah 10 DPW, sudah bersama kita 10 DPW dan hampir 400 DPD sudah dengan kita,” kata Mulfachri.

“Kalau soal klaim-mengklaim, nanti jumlah DPD bisa 1.000, jumlah DPW 100. Jadi saya kira itu masih terlalu pagi,” imbuhnya.

Mulfachri sendiri merupakan salah satu bakal caketum PAN periode 2020-2025. Dia kembali menegaskan terlalu dini untuk mengklaim didukung sebagian besar DPW.

“Saya kira kongresnya masih lama, tanggalnya belum diputus. Jadi saya kira terlalu pagi untuk mengklaim dukungan-dukungan itu,” jelasnya.

Dia mengaku telah menjalin komunikasi dengan DPW dan DPD PAN. Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu meyakini para kader PAN di daerah bisa secara objektif menilai calon yang pantas memimpin PAN lima tahun ke depan.

“Saya kira kita sudah komunikasi dengan pemilik suara dan insyaallah kader tahu siapa yang ke depan dianggap pantas dan punya kompetensi,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 30 DPW PAN menyatakan dukungan agar Zulhas kembali maju mencalonkan diri sebagai Ketum PAN. Dengan dukungan ini, Kongres PAN pada 2020 diharapkan bisa berlangsung secara aklamasi saat pemilihan ketum.

“Kami 30 DPW PAN meminta, memohon, dan mendukung Zulkifli Hasan untuk menjadi ketua umum PAN periode 2020-2025,” ujar Ketua DPW PAN NTB Muazzim Akbar dalam jumpa pers di Restoran Batik Kuring, SCBD, Jakarta, Sabtu (7/12).

“Yang tidak hadir 4 DPW di sini bukan berarti tidak mendukung. Kita masih komunikasi,” sambungnya.(ndi)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Hukum

Yasonna Emoh Komentari Soal Harun Masiku Ada di Indonesia Sejak 7 Januari

Published

on

Continue Reading

Hukum

Harun Masiku Ada di Indonesia Sejak 7 Januari, PDIP: Enggak Tahu

Published

on

Continue Reading

Hukum

Yasonna Mending Fokus Sebagai Menteri Daripada Terlibat Pembentukan Tim Hukum PDIP di Kasus Suap Wahyu Setiawan

Published

on

Continue Reading
Loading...




Loading…

#Trending