Connect with us

Ekonomi

Gelar TIF 2019, KBRI Kuala Lumpur Ajak Investor Malaysia Investasi di Sektor Transportasi Indonesia

Published

on

Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana. (foto: ist/net)

Realitarakyat.com – KBRI Kuala Lumpur melalui Satuan Kerja (Satker) Perhubungan melaksanakan kegiatan Transportation Investment Forum (TIF) 2019 di Hotel Sheraton Imperial Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (18//2019).

Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana, mengatakan, optimistis acara ini bisa menggaet investor Malaysia untuk berinvestasi di sektor perhubungan di Tanah Air.

Atase Perhubungan KBRI Kuala Lumpur, Capt. Antoni Arif Priadi, mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan potensi investasi pembangunan infrastruktur Indonesia kepada calon investor potensial dari Malaysia.

“Diharapkan mereka ikut berpartisipasi dalam proyek-proyek transportasi di Indonesia termasuk proyek Kerjasama antara Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) di lingkungan Kementerian Perhubungan,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Kementerian Perhubungan, Selasa (19/11/2019).

Pertemuan ini dihadiri oleh beberapa asosiasi kontruksi Malaysia diantaranya adalah Chec Constuction Sdn Bhd, Construction Industry Development Board Malaysia, HSS Enginering Sdn Bhd, MMC Group Corporation Berhad, Prasarana Berhad, MRT Corporation, Kumpulan Wang Amanah Pensiun (KWAP), Malaysia Airports Holding Berhad (MAHB), Maybank Investment Berhad, Sunway Construction Temokin Builder Sdn Bhd, Sapura Holding Berhad, Mudajaya Corporation Berhad, Muhibbah Engineering Berhad, Hyundai Masboh Sdn Bhd, Pembenaan YTL Sdn Bhd, Perdana Builder Berhad, Lfe Engineering Sdn Bhd. UEM Sunrise Berhad. Perwakilan Kementerian Perhubungan Indonesia yang hadir dalam acara ini adalah Robby Kurniawan selaku Kepala Biro Perencanaan Kemenhub RI.

Dubes RI Rusdi Kirana mengatakan, kesempatan terbuka bagi para investor Malaysia untuk dapat berinvestasi di beberapa sektor transportasi di lingkungan Kementerian Perhubungan RI. Menurutnya, peluang investasi ini dapat mempererat hubungan bisnis antara Indonesia-Malaysia.

Mengenai potensi proyek infrastruktur di Indonesia, dijelaskan bahwa di tahun 2019, total 1,794 kilometer jalan tol yang telah dibangun. Beberapa diantaranya adalah penyelesaian proyek tol Trans Jawa yang menghubungkan Pelabuhan Merak, Banten ke Surabaya, Jawa Timur dan dapat ditempuh dalam kurun waktu lebih kurang 9 jam yang awal mulanya memakan waktu 14 jam.

Saat ini pembangunan tol Trans Sumatera dari Aceh ke Bandar Lampung, diperkirakan dapat memangkas waktu perjalanan dari 12 jam menjadi 6 jam perjalanan. Selain jalan tol, Pemerintah Indonesia juga membangun 27 pelabuhan komersil sejak 2015 untuk menghubungan laut dan 7 bandara udara baru di tahun 2015-2017.

Sementara itu Robby Kurniawan mengatakan, Kementerian Perhubungan memiliki 40 proyek PPP di sector transportasi yakni dengan rincian 4 proyek bandara udara, 15 proyek pelabuhan, 8 proyek darat, dan 13 proyek jalur kereta api.

Dalam lima tahun ke depan pembangunan infrasturktur masih merupakan prioritas utama. Proyek tersebut termasuk 3,000 km jalan baru dan 2,500 km jalan tol yang memakan biaya hingga Rp 2,000 triliun atau senilai USD 142 milyar. Sementara, pembiayaan yang dapat diberikan oleh Pemerintah Indonesia hanya sebesar Rp 600 triliun atau sekitar USD 42.6 milyar dan sisanya Rp 1,400 triliun atau sekitar USD 99.6 milyar akan ditawarkan kepada pihak swasta. (ndi)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Ekonomi

Menhub Pastikan Tol Layang Jakarta Cikampek II Beroperasi 20 Desember

Published

on

Continue Reading

Ekonomi

Eks Menteri SBY Ini Ditunjuk Jadi Wakil Komisaris Utama Bank Mandiri

Published

on

Continue Reading

Ekonomi

Dukung Inpres Jokowi, Hipmi Minta Menteri Tak Seenaknya Buat Regulasi

Published

on

foto: ist/net
Continue Reading




Loading…