Connect with us

Hukum

Terdakwa Kasus NTT Fair Akui Serahkan Fee 2,5 Persen ke Frans Lebu Raya

Published

on

Linda Liudianto, Hadmen Puri dan Dona Fabiola Tho Saksi terdakwa Yuli Afra dalam Sidang Kasus NTT Fair / Ist

Realitarakyat.com – Sidang kasus dugaan korupsi pembangunan gedung pameran NTT Fair tahun 2018 senilai Rp. 29,9 miliar, Senin (18/11/2019) kembali digelar di Pengadilan Tipikor Kupang.

Sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati NTT menghadirkan Linda Liudianto, Hadmen Puri dan Dona Fabiola Tho sebagai saksi untuk terdakwa Yuli Afra.

Sidang kali ini dipimpin majelis hakim, Dju Jhonson Mira Mengi, didampingi hakim anggota Ari Prabowo dan Ali Muhtarom. Terdakwa Yuli Afra didampingi kuasa hukumnya, Rusdinur, Turut hadir JPU, Hendrik Tiip, Emmy Jehamat dan Herry C. Franklin.

Linda Liudianto saat diperiksa mengaku bahwa dirinya pernah bertemu Frans Lebu Raya (Gubernur NTT saat itu) diruang kerja sebelum proyek NTT Fair dilelang tepatnya pada Bulan April 2018 lalu.

Namun, kata Linda, dalam pertemuan itu tidak membicarakan proyek NTT Fair. Tujuan dirinya bertemu Frans Lebu Raya untuk membicarakan proyeknya yang tidak dibayarkan seusai dikerjakan.

Dalam pertemuan itu, lanjut saksi, dirinya menceritrakan bahwa dirinya yang menang dalam proyek pekerjaan rumah tipe 36 bukan membicarakan proyek NTT Fair.

Dalam keterangannya juga saksi membantah telah memberikan fee kepada Gubernur NTT, Frans Lebu Raya sesuai dengan keterangan terdakwa.

Yuli Afra selaku terdakwa dalam persidangan secara tegas mengatakan bahwa dirinya telah memberikan fee sebesar 2,5 persen sesuai dengan permintaan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya. Namun, dalam waktu berjalan Gubernur NTT meminta untuk ditambahkan fee dinaikan 0,5 persen sehingga menjadi 3 persen.

“Fee sebesar 2,5 persen sudah saya kasih ke Gubernur NTT, Frans Lebu Raya lalu dalam berjalannya waktu disuruh tambah 0. 5 persen sehingga jadi 3 persen,” tegas Yuli Afra.

Terkait dengan fee yang dibilang 6 persen, terdakwa Yuli Afra membantah hal itu. Menurutnya, sesuai kenyataan fee yang sudah diberikan hanya 2,5 persen kepada Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.

Hadmen Puri yang turut diperiksa sebagai saksi membantah keterangan Yuli Afra, dimana Hadmen Puri mengaku bahwa permintaan fee bukan hanya 2,5 persen namun 6 persen.

“Fee yang diminta Yuli Afra itu bukan 2,5 persen tapi 6 persen. Dan Soal uangnya saya dikirim oleh Linda Liudianto untuk diteruskan kepada Fery Jhon Pandie (terdakwa juga),” terang Hadmen Puri.

Disebutkan Hadmen, uang dikirim kepada dirinya oleh Linda Liudianto dikatakan bahwa titipan untuk orang atas yakni Gubernur NTT.[prs]

Loading...
Loading...
1 Comment

1 Comment

  1. Rojak

    21 November 2019 at 1:34 am

    Apa iya angota dprd ntt gak kebagian…ajaib?

Leave a Reply

Daerah

50 Napi Narkoba dari Jakarta Dipindah ke Rutan Wonogiri

Published

on

Continue Reading

Hukum

Polisi Buru Pelaku Pembacokan di Bekasi Hingga Tangan Korban Putus

Published

on

Continue Reading

Headline

Erick Thohir Berhentikan Jajaran Direksi Garuda yang Terlibat Penyelundupan Harley

Published

on

Continue Reading




Loading…