Connect with us

Daerah

Pantai Pasir Putih Wates Rembang, Kondisinya Memprihatinkan

Published

on

Kondisi Pantai Pasir Putih Wates di Desa Tasikharjo, Kecamatan Kaliori, Rembang, yang makin memprihatinkan. (Foto: realitarakyat.com/Pantja Putra Agung)

Realitarakyat.com – Kondisi Pantai Pasir Putih Wates di Desa Tasikharjo, Kecamatan Kaliori, Rembang, kini makin memprihatinkan. Airnya bahkan sudah berubah kehijauan dan warga mengeluhkan kulitnya gatal-gatal akibat air laut.

Tak hanya itu, pantainya-pun sudah mengeluarkan bau busuk. Menurut Ketua Pengelola Pantai Wates, Heri Prasetyo, selain lautnya berlumpur, warnanya hijau dan baunya tidak enak.

“Kalau kena kulit gatal. Kemarin hari pertama yang parah, banyak biota laut yang mati. Antara lain seperti ikan, kepiting, udang dan rajungan,” ungkapnya. Dia menuturkan, kondisi yang sama pernah terjadi dua tahun lalu.

Penyebabnya adalah pembuangan limbah yang sembarangan. Dia menduga, kondisi tersebut akibat limbah buangan industri ikan, yang berada tak jauh dari lokasi pantai. “Indikasinya yang menyebabkan pencemaran ya itu. Sebelah Timur pantai ini kan ada kawasan industri ikan. Sepertinya  mereka membuang limbah langsung ke laut, tanpa instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sama dengan yang dulu,” tuturnya.

Heri menceritakan, persoalan limbah semacam itu paling parah terjadi pada 2017. Adapun limbah muncul pertama kali pada 2015. “Ini tahunan dan memang kelihatannya pas musim peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Paling parah 2017, dimana air laut sampai menghitam. Kami diam di pinggir pantai saja bisa pusing karena baunya,” ucap Heri.

Sedangkan pada tahun kemarin, dia mengatakan tidak keluar limbahnya. Namun sekarang muncul lagi. Sementara iu, seorang warga Kaliori bernama Kurniawan mengaku, akibat pantai tercemar dan mengeluarkan bau, aktivitas warga menjadi terganggu.

“Terutama warga yang tinggal di dekat bibir pantai. Mayoritas warga di sini nelayan. Hasilnya jadi berkurang banyak. Kami yang mau beraktivitas, otomatis jadi terganggu. Kami takut beraktivitas di pantai, kalau kena airnya sedikit saja, kulit bisa langsung gatal, merah semua,” keluhnya.

 

Sampel Lumpur

Sementara itu Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang Dwi Wahyuni mengatakan, pegawai DLH Provinsi Jawa Tengah telah mengambil sampel lumpur di pantai tersebut untuk keperluan pemeriksaan.

“Menurut informasi teman kantor, tadi pagi ada pegawai DLH provinsi dan didampingi teman kantor ambil sampel air di pantai Wates. Sampai sekarang belum balik kantor. Kami akan tetap dampingi kejadian ini,” tegasnya.

Dwi menjelaskan, kondisi memprihatinkan Pantai wates Rembang itu sudah belangsung lama. Menurutnya, Pantai Wates berlumpur sudah ada lama sekali. Dimana terjadi endapan dari proses gelombang laut, yang mengakibatkan pengadukan dalam pasir di dasar lautan.

“Yang kemudian terbawa sampai ke bibir pantai dan sebagian mengendap,” paparnya. Berbeda ketika terjadi angin Timur, yang umumnya terjadi ketika peralihan musim kemarau ke musim penghujan.

Dia menyebut, jika dalam kondisi angin barat, pantai kembali bersih dan terbebas dari lumpur. “Saat angin Barat, kondisi pantai menjadi bagus dan saat Timuran, kembali lagi seperti semula. Dalam waktu yang lama, endapan tersebut menjadi lumpur,” terangnya.

Pemerintah Kabupaten Rembang juga telah menyarankan kepada pihak DPRD Provinsi Jawa Tengah ketika meninjau kondisi Pantai Wates, agar diadakan pengerukan lumpur tahun lalu. Hanya saja, hal itu urung dilakukan.

“Pada saat ada peninjauan anggota DPRD Provinsi, pernah kami sarankan untuk diadakan kegiatan pengerukan, supaya lumpur tidak bertambah banyak,” ujarnya.

Menurut Dwi, sejauh ini pembuatan (IPAL) sudah dalam tahap akhir pembuatan. Hal itu terkait limbah pembuangan oleh industri pengolahan ikan, yang lokasinya tak jauh dari pantai tersebut. “Untuk perusahaan sekitar pantai Wates, sudah dalam tahap akhir pembuatan IPAL,” tukasnya.[sas]

 

 

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Pemprov NTT Optimis Penyerapan Anggaran Pembangunan 2019 Capai 95 Persen

Published

on

Lucky Frederich Koli / Ant
Continue Reading

Daerah

Pilkada Solo Diramaikan Dengan Para Pendaftar Via PDIP Jateng.

Published

on

Continue Reading

Daerah

Berani Deklarasikan Desa Kelurahan Layak Anak, Sukoharjo KLA Madya

Published

on

Continue Reading




Loading…