Connect with us

Hukum

Mantan Kadis PU TTS Terancam 20 Tahun Penjara

Published

on

Kadis PU TTS Samuel / Ist

Realitarakyat.com – Samuel Adrianus Nggebu mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten TTS, terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Embung di Desa Mnela Lete, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Tahun 2015 senilai Rp. 756 juta, Jumat (15/11/2019) menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Kupang.

Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kabupaten TTS dipimpin majelis hakim, Dju Jhonson Mira Mengi didampingi hakim anggota Ari Prabowo dan Ali Muhtarom. Terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Adi Adoe. Turut hadir JPU, Khusnul Fuad dan Mourist Kolobana.

Dalam dakwaan JPU Kejari Kabupaten TTS, menegaskan bahwa terdakwa secara bersama – sama dengan Jefri Un Banunaek, Jemmy Un Banunaek, Yohanes Fanggidae dan Timotius Tapatap terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan embung Mnela Lete.

Menurut JPU. perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melawan hukum untuk menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi dengan merugikan keuangan negara.

Dalam dakwaan JPU Kejari Kabupaten TTS menegaskan bahwa dalam pelaksanaan.proyek pembangunan Embung di Desa Mnela Lete, Kabupaten TTS terjadi kekurangan volume pekerjaan berdasarkan perhitungan ahli dari Politeknik Negeri Kupang.

Ditegaskan JPU, terdakwa secara bersama – sama dengan Jefri Un Banunaek, Jemmy Un Banunaek, Yohanes Fanggidae dan Timotius Tapatap terhadap proyek Embung Mnela Lete telah melewati batas kontrak tanpa dilakukan adendum sehingga terjadi kekurangan mutu dan volume pekerjaan.

Akibat perbuatan terdakwa dalam proyek pembangunan embung Mnela Lete di Kabupaten TTS, negara mengalami kerugian hingga Rp. 288. 812. 974, 55 berdasarkan perhitungan ahli dari BPKP NTT.

Menurut JPU Kejari Kabupaten TTS, perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diatur dan diancam dalam pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 UU 31/99 sebagaimana diubah dan ditambah dengan undang – undang 2000/2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman pidana paling rendah 4 tahun maksimal 20 tahun penjara.

Terdakwa juga dinilai terbukti melanggar pasal 3 ayat 1 Jo Pasal 18 UU 31/99 sebagaimana diubah dan ditambah dengan undang – undang 2000/2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman paling rendah 1 tahun penjara.

Usai JPU Kejari Kabupaten TTS membacakan dakwaan, ketua majelis hakim Dju Jhonson Mira Mengi menunda persidangan hingga pekan depan, Senin (18/11/2019) dengan agenda pemeriksaan saksi.[prs]

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

50 Napi Narkoba dari Jakarta Dipindah ke Rutan Wonogiri

Published

on

Continue Reading

Hukum

Polisi Buru Pelaku Pembacokan di Bekasi Hingga Tangan Korban Putus

Published

on

Continue Reading

Headline

Erick Thohir Berhentikan Jajaran Direksi Garuda yang Terlibat Penyelundupan Harley

Published

on

Continue Reading




Loading…