Connect with us

Hukum

Frans Lebu Raya Akui Buka Amplop Dari Ajudan

Published

on

Realitarakyat.com – Frans Lebu Raya mantan Gubernur NTT mengakui bahwa dirinya membuka amplop berwarna coklat yang dititipkan ajudannya, Aryanto Rondak.

Namun, Frans Lebu Raya tidak menjelaskan apa isi dari amplop coklat yang dititipkan ajudannya diruang kerja yang diterima dari Thobias Adrianus Lanoe atas perintah terdakwa Yuli Afra yang diambil dari terdakwa Jhon Fery Pandie.

Pengakuan Frans Lebu Raya diungkapkan dalam persidangan kasus NTT Fair Tahun 2018 senilai Rp. 29, 9 miliar di Pengadilan Tipikor Kupang dengan agenda pemeriksaan saksi untuk terdakwa Hadmen Puri, Jumat (15/11/2019).

Sidang kasus itu dipimpin majelis hakim, Dju Jhonson Mira Mengi didampingi hakim anggota Ari Prabowo dan Ali Muhtarom. Turut hadir JPU Kejati NTT, Emy Jehamat, Hendrik Tiip dan Herry C. Franklin. Terdakwa Hadmen Puri didampingi kuasa hukumnya, Samuel Haning.

Selain mengakui membuka amplop itu, Frans Lebu Raya dalam keterangannya membantah jika meminta fee sebesar 2, 5 persen dari proyek NTT Fair.

Dalam keterangannya juga Frans lebu Raya membantah jika pernah menerima hadiah atau sesuatu dari Yuli Afra terkait proyek NTT Fair.

“Saya tidak pernah minta fee 2, 5 dalam proyek NTT Fair dan saya tidak pernah terima hadiah atau apapun dari Yuli Afra,” bantah Frans Lebu Raya.

Terkait pertemuan dirinya dan Yuli Afra, diakui bahwa pernah ada pertemuan lebih dari dua kali namun tidak membahas soal proyek NTT Fair.

Ditambahkan Frans dalam keterangannya bahwa dirinya sangat percaya dengan ajudannya sehingga seluruh dokumen ataupun diletakan diatas meja kerja Gubernur NTT.

Menurut Frans, amplop coklat yang disimpan ajudannya diatas meja kerja dibawa pulang dan dibuka dirumah namun saksi tidak menyebutkan apa isi dari amplop tersebut.

Yuli Afra yang turut diperiksa sebagai saksi menegaskan bahwa dirinya pernah menitipkan uang kepada Frans Lebu Raya dan diserahkan langsung kepada saksi Frans Lebu Raya.

“Saya ketemu langsung Frans Lebu Raya dan serahkan uangnya. Serahkan pertama, kedua dan ketika nilai Rp. 100 juta masing – masing, sisanya diantar ajudan sehingga nilainya mencapai Rp. 558 juta. Uang itu dikirim oleh Hadmen Puri melalui Fery Jhon Pandie yang merupakan termin pertama 20 persen proyek NTT Fair,” tegas Yuli Afra.[prs]

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Hukum

PKS Pertanyakan Alasan Kasihan di Balik Grasi Annas Maamun

Published

on

Continue Reading

Hukum

Gerindra Sebut Langkah Jokowi Beri Grasi ke Annas Maamun Sudah Tepat

Published

on

Continue Reading

Daerah

Judi Kiu-kiu, Satu Warga Kedawung Diburu Polisi

Published

on

Continue Reading




Loading…