Connect with us

Daerah

Terdakwa Dua Kali Dimarahi Frans Lebu Raya Karena Belum Berikan Fee

Published

on

Sidang kasus dugaan korupsi NTT Fair. (Foto: realitarakyat.com/Redemtus L)

Realitarakyat.com – Mantan Kepala Dinas PRKP Nusa Tenggara Timur Yuli Afra, mengaku sempat dimarahi mantan Gubernur  NTT Frans Lebu Raya (FLR). Dia dimarahi karena belum memberikan fee proyek NTT Fair.

Hal itu disampaikannya ketika diperiksa majelis hakim sebagai saksi mahkota dalam sidang terhadap terdakwa Dona Fabiola Tho, Rabu (13/11/2019). Yuli menambahkan, FLR sempat memarahi dirinya sebanyak dua kali.

Hal itu karena proyek NTT Fair dianggap FLR lambat dikerjakan dan belum memberikan fee proyek. Padahal, masa jabatannya sebagai gubernur sudah hampir selesai. “Saya waktu itu dimarahi Pak Gubernur, karena proyek NTT Fair belum dikerjakan dan fee-nya sebesar 2,5 persen belum diberikan. Padahal, masa jabatannya sudah hampir selesai,” tuturnya.

Lebih lanjut Yuli menceritakan, pertama kali darinya dimarahi adalah di Kupang. “Beliau (FLR – red) bilang kepada saya, kenapa proyek belum kerja. Saya punya  masa jabatan sudah mau habis, ingat fee saya oo,” ucapnya mengutip ucapan FLR.

Saat itu, Yuli menjawab bahwa proyek masih dalam tahap lelang. Adapun kali kedua dimarahi adalah ketika bersama FLR dalam perjalanan pulang dari Atambua menggunakan pesawat. “Kenapa proyek itu belum kerja? Ingat fee saya 2,5 persen. Masa jabatan saya sudah mau habis, tolong percepat sudah,” ungkapnya menirukan kalimat FLR.

Akhirnya, pada Mei 2018 atau seminggu sebelum ground breaking proyek, dirinya berkunjung ke ruang kerja FLR. Pada saat itulah, mantan Gubernur NTT  tersebut meminta fee 2,5 persen.

Namun, Yuli membantah meminta fee 6 persen dari Hadmen Puri. Menurutnya, dia hanya meminta sesuai permintaan awal FLR, yaitu  sebesar  2,5 persen. Setelah itu, pada 30 Mei 2018 dimana ground breaking proyek NTT Fair dilakukan, FLR meminta tambahan fee sebesar 0,5 persen.

Sehingga, total fee untuk FLR adalah tiga persen. Permintaan itu dilakukan  dalam perjalanan menggunakan mobil menuju lokasi proyek NTT Fair. Secara protokoler, Yuli sebagai kadis diminta untuk menjemput Gubernur NTT.

“Di dalam mobil,  Gubernur NTT bilang saya, bagaimana tambah 0,5 persen. Sehingga biar  fee menjadi tiga persen. Makanya, di lokasi proyek saya sampaikan lagi ke Pak Hadmen,” ungkapnya.

 

Beberapa Tahap

Menurut Yuli, uang yang diambil dari Fery John Pandie sebesar Rp 658 juta. Kemudian, uang sebesar Rp 558 juta ia serahkan kepada FLR dalam beberapa tahap. Sedangkan uang Rp 100 juta diberikan kepada Sekretaris Daerah NTT saat itu, Benediktus Polo Maing.

“Saya kasih tiga kali secara langsung kepada Pak Frans sekitar Rp 200-an juta di ruang kerjanya. Sedangkan dua kali lewat ajudan. Sehingga total Rp 558 juta. Sedangkan Rp 100 juta untuk Pak Sekda Benediktus Polo Maing,” paparnya.

Dikatakan, dia memberikan uang Rp 100 juta sesuai permintaan Sekda, tanpa penjelasan tujuan uang itu untuk apa. “Hanya beliau bilang, mau membantu beli sewa mobil Pak Lebu Raya di akhir masa jabatan,” imbuhnya.

Dirinya juga sempat menyampaikan kepada Sekda bahwa dirinya tidak ada uang. “Ini hanya uang fee untuk Pak Gubernur. Tapi Bapak Sekda bilang, iya kita pakai tahan saja. Dan saya sempat sampaikan kepada Pak Gubernur, kalau Pak Sekda ada pakai tahan uang itu. Terus Pak Gubernur hanya anguk-anguk sambil senyum,” tandas Yuli.

Dalam kesempatan itu dia juga membantah pernyataan Sekda pada sidang sebelumnya, yang mengaku tidak tahu kalau uang Rp 100 juta itu adalah fee proyek NTT Fair. “Setelah uang fee diantar melalui ajudannya, antara dua sampai tiga hari kemudian Pak Gubernur menelepon dan mengucapkan terimakasih atas titipan itu,” ucapnya.[sas]

 

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Sejumlah Pabrik Lakukan PHK, Banyak Buruh di Sragen Jadi Pengangguran

Published

on

ilustrasi/net
Continue Reading

Daerah

Judi Kiu-kiu, Satu Warga Kedawung Diburu Polisi

Published

on

Continue Reading

Daerah

50 Napi Narkoba dari Jakarta Dipindah ke Rutan Wonogiri

Published

on

Continue Reading




Loading…