Connect with us

Peristiwa

Tak Percaya Kajari Flotim Tangani Kasus Korupsi, Aliansi Mahasiwsa Unjuk Rasa

Published

on

Demo Kajari Flores Timur / Ist

Realitarakyat.com – Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) cabang Kupang, Kamis (14/11/2019) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT.

Unjuk rasa yang digelar AMPERA Cabang Kupang ini menuntut penuntasan kasus dugaan korupsi penjarangan jambu mente di Kabupaten Flores Timur (Flotim).

Yeremias Derelasa selaku koordinator lapangan (Korlap) dalam orasinya meminta agar tim penyidik Tipidsus Kejati NTT segera memanggil Sekretaris Dewan (Sekda) Kabupaten Flotim dan anggota DPRD Flotim, Yosep Sani Betan untuk diperiksa.

Dalam orasinya ditegaskan bahwa AMPERA Cabang Kupang tidak lagi percaya terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Flotim, Asbach, dalam menangani kasus korupsi di daerah tersebut.

“Kami tidak percaya lagi kepada Kajari Kabupaten Flotim dalam tangani kasus korupsi. Untuk itu kami minta Kejati NTT ambil alih kasusnya ” ujar Yeremias.

Usai berorasi AMPERA Cabang Kupang akhirnya diberikan kesempatan untuk menemui Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim untuk mempertanyakan perkembangan kasus tersebut.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim, dalam pertemuan itu mengatakan bahwa kasus yang dilaporkan oleh AMPERA Cabang Kupang telah ditangani Kejari Kabupaten Flotim sejak tanggal 10 Oktober 2019 lalu.

Dijelaskan Abdul, berdasarkan laporan yang diterima tim penyidik Tipidsus Kejari Kabupaten Flotim telah melakukan pemeriksaan dilapangan terkait laporan dugaan korupsi penjarangan jambu Mente di Kabupaten Flotim.

“Kasusnya sudah ditangani tim penyidik Tipidsus Kejari Flotim dan telah dilakukan penyelidikan (Lid) bahkan tim sudah turun lokasi,” kata Abdul.

Diakui Abdul, bahwa AMPERA Cabang Kupang juga meminta agar kasus itu ditangani oleh Kejati NTT dengan alasan bahwa AMPERA Cabang Kupang tidak lagi percaya kepada Kajari Kabupaten Flotim, Asbach.

“Ada permintaan biar kasusnya ditangani di Kejati NTT karena mereka tidak lagi percaya kepada Kajari Flotim, Asbach,” kata Abdul.[prs]

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Kurang Bukti, Polisi Bebaskan 13 Remaja yang Diduga Pesta Narkoba di Tanjungbalai

Published

on

Continue Reading

Peristiwa

Biawak Masuk ke Kantor, Polisi dan Tahanan Polsek Jatinegara Panik

Published

on

Continue Reading

Peristiwa

Mayat Wanita Tanpa Busana Ditemukan Tersangkut di Sungai

Published

on

Continue Reading




Loading…