Connect with us

Hukum

Lelang Aset Tak Sesuai Prosedur, Bank Panin Digugat Nasabah

Published

on

Realitarakyat.com – Bank Panin Tbk yang beralamat di Jalan Palmerah Utara No. 52, Jakarta barat digugat oleh seorang nasabah Bong Joni atas kasus dugaan proses lelang aset miliknya yang tidak sesuai prosedur.

Selain itu, Boni juga mengajukan perlawanan upaya eksekusi yang dilakukan pihak terlawan.

Gugatan dilayangkan Bong Joni melalui tim kuasa hukumnya dari kantor Advokat Bris & Partners, Yulius Irawansyah, Endang Muhammad, Gusti Made Kartika, dan Adih Ernawan ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Bukan hanya ke Bank Panin (terlawan II), gugatan yang didaftarkan pada tanggal 8 Oktober 2019, itu juga dilayangkan kepada CK pemenang lelang (terlawan I), Kementerian Keuangan RI Cq. Direktorat Jenederal Kekayaan Negara (DJKN) Cq. Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta V (terlawan III).

Serta Badan Pertanahan Nasional RI Cq. Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi DKI Jakarta Cq. Kantor Pertanahan Kota Administratif Jakarta Barat (turut terlawan).

Menurut kuasa hukum Bong Joni, Yulius Irawansyah, kliennya mendapatkan pinjaman dari Bank Panin tanggal 19 Desember 2013, sebesar Rp 2,5 miliar dengan jaminan aset sebidang tanah dan bangunan yang nilainya Rp 3,9 miliar.

“Perjanjian kreditnya itu 15 tahun. Klien saya Bong Joni telah membayar kurang lebih Rp 2 miliar. Namun sisa pokok utangnya masih Rp 2,1 miliar sekian. Ini kan nggak wajar sekali,” kata Yulius saat dihubungi wartawan, Kamis (14/11/2019).

Dia menjelaskan, kredit macet yang terjadi pada kliennya lantaran bisnisnya sedang mengalami penurunan. Namun kliennya tetap memiliki itikad baik untuk melunasi dan mempertahanakan asetnya, dengan melakukan berbagai upaya, termasuk menemui pihak Bank Panin.

“Kiennya saya Bong Joni itu sudah menemui pihak bank (Bank Panin) untuk meminta reschedule pembayaran dengan melibatkan BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) DKI Jakarta untuk memediasikan tunggakan pembayaran kepada pihak bank,” kata Yulius Irawansyah.

Namun, lanjutnya, pihak bank tidak mengindahkan proses di BPSK dengan beberapakali tidak hadir dan justru ngotot untuk melakukan eksekusi pelelangan atas tanah dan bangunan milik kliennya.

Disampaikan Yulius, adanya ketidak wajaran atau menyalahi prosedur yang terjadi dalam proses lelang lantaran pada tanggal 17 Juli 2019, kliennya mendapatkan surat somasi Nomor: 2309/JAP-SAM/EXT/19 dari pihak bank yang isinya memberikan batas waktu untuk menyelesaikan seluruh tunggakan paling lambat 24 Juli 2019.

Tetapi pada kenyataannya selang sehari, pada tanggal 18 Juli 2019, ternyata pihak bank melalui KPKNL sudah melakukan lelang aset milik kliennya.

“Inikan aneh, pada tanggal 17 Juli itu ada surat somasi untuk melunasi tunggakan sampai tanggal 24, namun pada tanggal 18 Julinya sudah dilakukan lelang, dan dilelang hanya dengan harga sekitar Rp.2,1 Miliar hampir sama seperti sisa pokok hutang klien kami, padahal harga apraisal jaminan pada saat itu adalah sekitar Rp. 3,9 Miliar” kata dia.

“Bahkan pada tanggal 18 Juli itu juga datang seseorang (CK/terlawan I) yang mengaku-ngaku jika rumah itu adalah miliknya, serta meminta pengosongan rumah, Ini kan ada yang janggal, sedangkan pada surat somasi tanggal 17 itu Bank Panin kasih waktu sampai tanggal 24 Juli 2019.”

Atas dasar itulah pihaknya dan kiennya tidak mau menyerahkan, dan akan memperjuangankan haknya. [prs]

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Hukum

Paket Narkoba Gemparkan Lapas Sragen

Published

on

Ilustrasi (Net)
Continue Reading

Hukum

Bantah Ada Jual Beli, Ahli Waris Gugat Summarecon Group

Published

on

Makawi dan Muhammad Fahmi. (Foto: Ist)
Continue Reading

Hukum

Klaim Turunkan Pelanggaran Lalu Lintas, Polisi Bakal Tambah 48 ETLE di Tahun 2020

Published

on

Ilustrasi / Net
Continue Reading




Loading…