Connect with us

Daerah

Disnakertrans Lombok Tengah Bangun BLK di Lingkungan Pesantren

Published

on

Realitarakyat.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Tengah, terus berupaya membangun SDM yang handal melalui berbagai program kegiatan. Salah satunya Disnakertrans membuat BLK (Balai Latihan Kerja) di lingkungan pondok pesantren guna mempersiapkan tenaga ahli bagi para santri tamatan pesantren.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Tengah, H. Masrun, mengaku ada kebanggaan tersendiri baginya ketika memulai program di lingkungan pondok pesantren.

“Saya bersyukur program bisa kami lakukan di lingkungan pondok pesantren,” katanya, Kamis (14/11/2019) ketika membuka pelatihan kerja di Pondok Pesantren Ulil Absor, Desa Jago, Kecamatan Praya.

Dikatakanya, mimpi untuk berbuat dan menciptakan program di dalam lingkungan pondok pesantren ini tidak lepas dari perannya sebagai salah satu tokoh NU di NTB. Selain itu inisiatif untuk membangun BLK di dalam lingkungan pondok pesantren mendapat respon positif dan dukungan penuh dari Kementerian Tenaga Kerja RI.

Hal ini diyakini sebagai terobosan di dalam komunitas pondok pesantren yang akan mampu menjadi jembatan bagi para santri dan keluarga besar pesantren dalam mempersiapkan diri menjadi tenaga profesional.

“Dari dulu saya selalu berpikir keras tentang bagaimana mendorong warga NU menjadi masyarakat modern. Saudara-saudara kita di Muhammadiyah sudah terlebih dahulu mengembangkan pendidikan modern, rumah sakit modern, dan lembaga-lembaga lain yang lebih modern. Nah, sekarang saatnya kita mendorong kemajuan di kalangan santri,” ungkap Masrun.

Dengan kehadiran BLK Komunitas Pondok Pesantren, sambung Masrun, para santri mempelajari dan mempersiapkan diri menjadi tenaga profesional di bidangnya. Yakni dengan pendidikan dan sertifikasi sesuai bidang keahlian.

Masrun menegaskan, saat ini setiap kompetensi setiap profesi harus dibuktikan dengan sertifikasi. Tanpa itu, keahlian seseorang tidak akan diakui. Akibatnya, penghargaan dalam bentuk gaji dan fasilitas profesi tidak bisa dinikmati.

“Dulu orang bisa menjadi apa saja, tanpa memperhitungkan pendidikan dan kompetensinya. Sekarang tidak bisa lagi. Guru harus tersertifikasi untuk bisa diakui profesinya. Setelah itu dia baru berhak mendapatkan gaji dan tunjangan guru. Demikian juga dengan tukang bangunan, pekerja hotel, dan lain-lain. Para pekerja tersertifikasi ini pula yang bisa mengakses pekerjaan di perusahaan internasional,” papar Masrun.

Kedepan, NTB akan menjadi tuan rumah MotoGP. Penyelenggaraan pesta olahraga otomotif kelas dunia ini jelas membutuhkan banyak pekerja. Hanya mereka yang punya sertifikat profesi yang bisa bekerja.

“Kalau kita warga Lombok Tengah bisa tidak bisa memenuhi tuntutan tersebut, maka pekerjaan tersebut akan diisi oleh warga dari daerah lain. Ini sangat disayangkan. Karena itu, kita harus mempersiapkan diri menjadi profesional di bidang apa saja agar kelak kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” katanya. (ndi)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Proyek Mangkrak, Dinas PU Kota Kupang Beri Peringatan

Published

on

Proyek drainase mangkrak yang dikeluhkan warga. (Foto: realitarakyat.com/Redemtus L)
Continue Reading

Daerah

Tersangka Curanmor, Nasrun Tarigan Diringkus Tim Sus Gurita Polres Tanjungbalai

Published

on

Continue Reading

Daerah

Tahun Ini, PAD Bapenda TTS Lampaui Target

Published

on

Continue Reading




Loading…