Connect with us

Ekonomi

Terangi 10 Destinasi Wisata, Pemerintah Manfaatkan Tenaga Surya

Published

on

Pemanfaatan energi baru terbarukan tenaga surya. (Net)

Realitarakyat.com – Pariwisata menjadi salah satu sektor yang ditargetkan dapat memanfaatan sumber energi baru terbarukan (EBT). Khususnya tenaga surya untuk sumber energi listrik sehari-hari.

Staf Ahli Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Saleh Abdurrahman mengatakan, di antara banyaknya destinasi wisata di Indonesia, ada 10 prioritas pariwisata nasional yang juga akan menggunakan EBT sebagai sumber energi utama.

Sepuluh destinasi utama tersebut adalah Danau Toba, Belitung, Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi dan Morotai.

“Jadi ini 10 destinasi prioritas akan kita maksimalkan pemanfaatan PLTS. Karena daerah wisata itu harus sebanyak banyaknya menggunakan energi terbarukan,” katanya Saleh di hadapan para relawan Pejuang Surya, Selasa (12/11/2019).

Langkah ini merupakan salah satu perwujudan cita-cita besar dalam pengelolaan energi yang ramah lingkungan. Seperti yang diketahui bersama, pada tahun 2025 Pemerintah menargetkan penggunakan EBT mencapai 23% dari total bauran energi seluruhnya.

Dimana Pembangkit Listrik Tenanga Surya (PLTS) diproyeksikan dapat menyumbang sebanyak 2.023,3 MW di tahun 2025. Untuk mencapai target 23% pada 2025 tersebut Saleh memaparkan setidaknya Indonesia sudah memiliki suplai energi lebih dari 400 MTOE.

 

Rasio Elektrifikasi

Dengan lebih dari 115 GW kapasitas terpasang pada pembangkit listrik yang dapat menghasilkan 2.500 kWh perkapita dalam setahun. Dan pada saat itu rasio elektrifikasi di Indonesia sudah mencapai 100%.

“Bagamaina kita mencapai terget tersebut, salah satunya dengan PLTS,” jelas Saleh. Penggunan PLTS ditargetkan terus meningkat tiap tahunnya. Jika pada tahun 2019 PLTS di targetkan menghasilkan 126,8 MW, pada tahun 2022 meningkat menjadi 553,6 MW dan terus meningkat menjadi 993,5 MW di tahun 2025.

Diluar RUPTL, Saleh juga menjelaskan bahwa ada pasar energi yang juga potensial dalam penggunaan PLTS misalnya PLTS Atap, smelter maupun industri lainnya. Dari pasar energi ini diharapkan dapat menambah pasokan energi sebanyak 201 MW di tahun 2025.

Pemanfaatan sumber energi yang ramah lingkungan ini pula sejalan dengan Paris Agreement yang ditandatangani pada 22 April 2016 di Paris oleh Indonesia melalui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanam (LHK).

“Presiden Joko Widodo dalam COP 21 yang dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2016 juga berkomitmen mereduksi emisi sebedar 29% dengan menggunakan kemampuan sendiri dan 41% dengan dukungan internasional,” ujar Saleh.[sas]

 

 

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Ekonomi

Dorong Perkembangan Perbankan Syariah, OJK Terbitkan Aturan Sinergi

Published

on

Continue Reading

Daerah

Jelang Nataru, Harga Bahan Pokok di Bandung Masih Stabil

Published

on

Continue Reading

Ekonomi

Tehun Depan Menkop Targetkan Ekspor UMKM 18 Persen

Published

on

Continue Reading




Loading…