Connect with us

Hukum

Soal Status Frans Lebu Raya, Penyidik Tunggu Telaah Kajati NTT

Published

on

Frans Lebu Raya / Net

Realitarakyat.com – Hingga saat ini status mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya hanya sebatas saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung NTT Fair Tahun 2018 senilai Rp. 29, 9 miliar.

Berdasarkan fakta persidangan di Pengadilan Tipikor Kupang, saksi Aryanto Rondak selaku mantan ajudan Frans Lebu Raya mengaku bahwa pernah memberikan titipan dalam sebuah amplop coklat yang diterima dari Thobias Adrianus Lanoe di Kantor Gubernur NTT atas perintah terdakwa Yuli Afra mantan Kadis PRKP NTT.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim mengaku bahwa terkait status mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, penyidik masih menunggu telaahan Kajati NTT, Pathor Rahman.

Menurut Abdul, fakta persidangan akan dilaporkan oleh Jaksa Penuntut Umum kepada Kajari Kota Kupang, Max Oder Sombu yang kemudian diteruskan kepada Asisten Tindak Pidana Khusus (As Pidsus) Kejati NTT, Sugyanta, dan berakhir ditangan Kajati NTT, Pathor Rahman.

“Yang jelas bahwa penyidik menunggu telaan dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Pathor Rahman soal status mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya,” kata Abdul kepada wartawan, Rabu (13/11/2019).

Dijelaskan Abdul, fakta persidangan akan ditelaah oleh Kajati NTT, Pathor Rahman yang kemudian diserahkan kepada tim penyidik Tipidsus Kejati NTT untuk ditindaklanjuti,” ujar Abdul.

Ditegaskan Abdul, jika dalam tindaklanjut tim penyidik Tipidsus Kejati NTT memenuhi alat bukti dan unsur perbuatan melawan hukum maka akan ditingkatkan ke penyidikan (Dik) oleh tim penyidik Tipidsus Kejati NTT.

Untuk saat ini, lanjut Abdul, pihaknya tidak ingin membangun opini namun harus berdasarkan alat bukti yang cukup untuk bisa menentukan sikap soal status mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.

“Kewenangan penuh ada pada tim penyidik Tipidsus Kejati NTT dan Kajati NTT, Pathor Rahman dalam menyikapi fakta sidang kasus dugaan korupsi NTT Fair,” kata Abdul.

Untuk diketahui, berdasarkan fakta persidangan saksi Thobias Adrianus Lanoe diperintahkan terdakwa Yuli Afra untuk mengambil titipan dari terdakwa Fery Pandie untuk diserahkan kepada mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya melalui ajudan mantan Gubernur NTT, Aryanto Rondak.

Titipan yang diberikan kepada mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya diberikan sebanyak dua kali melalui ajudan oleh Thobias Adrianus Lanoe atas perintah terdakwa Yuli Afra (mantan Kadis PRKP NTT) yang diambil dari terdakwa Fery Pandie.[prs]

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Hukum

PKS Pertanyakan Alasan Kasihan di Balik Grasi Annas Maamun

Published

on

Continue Reading

Hukum

Gerindra Sebut Langkah Jokowi Beri Grasi ke Annas Maamun Sudah Tepat

Published

on

Continue Reading

Daerah

Judi Kiu-kiu, Satu Warga Kedawung Diburu Polisi

Published

on

Continue Reading




Loading…