Connect with us

Daerah

Sampah Kali Jambe Tanggung Jawab Siapa?

Published

on

Alat berat digunakan untuk menguruk sampah yang beberapa waktu lalu menumpuk di Kali Jambe, Kabupaten Bekasi. (Foto: Realitarakyat.com/ Wisnu Y)

Realitarakyat.com – Kabupaten Bekasi Jawa Barat bersih dari sampah tampaknya hanya menjadi slogan saja. Hal tersebut karena kesadaran masyarakat terhadap lingkungan juga masih sangat minim.

Itu tercermin dari Kali Jambe, di Desa Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, yang belakangan ini dibanjiri ratusan kubik sampah. Akibatnya, membuat kali tersebut tersumbat akibat ulah oknum yang tak bertanggung jawab.

Lempar tanggung jawab – baik pemerintah dan masyarakat – tak terelakan. Pemkab Bekasi misalnya. Mereka mengaku sudah optimal dalam penanggulangan sampah di wilayahnya. Sebaliknya, masyarakat juga mengatakan hal yang sama.

Seolah tidak ada titik temu, keduanya ogah disalahkan dalam masalah sampah di Kali Jambe. Sikap acuh tak acuh pun tercermin, dimana ketika pasukan oranye ‘ngobak’ di Kali Jambe membersihkan tumpukan sampah yang tersumbat di kali tersebut.

Masyarakat seolah terbiasa dengan adanya sampah yang membumbung tinggi di bibir kali itu. Mereka tetap menjalankan rutinitas, tanpa menghiraukan kegiatan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi dan pasukannya saat membersihkan kali tersebut.

Baik masyarakat maupun DLH seperti pasangan pengantin baru, yang belum mengenal satu sama lain. Masyarakat wilayah yang terdampak merasa hal itu merupakan tanggung jawab DLH. Sehingga mereka tak begitu antusias ikut membantu.

Adapun DLH menganggap persoalan sampah merupakan tanggung jawab masyarakat dalam menjaga lingkungan. Karena menurut DLH, hal yang mendasar dari masalah sampah adalah lingkungan sekitar.

“Lihat saja, mana ada yang ikut membantu sejak kami membersihkan sampah ini. Nongol pun tidak. Hanya bisa mem-posting saja. Ketika sudah ramai, selesai,” kata salah satu koordinator lapangan kepada realitarakyat.com.

Petugas DLH yang enggan disebutkan namanya itu menambahkan, seharusnya permasalahan sampah di Kali Jambe bisa dilaporkan secara langsung kepada DLH. Jadi, bukan malah meramaikannya di dunia maya.

“Giliran sudah begini, mana lihat ada yang nongol bantu enggak? Beri minuman pun tidak,” ucapnya dengan nada kesal. Masalah Kali Jambe, kata dia, bukan kali ini saja dia tangani. Akan tetapi sebelumnya pun dalam penanganan serius.

 

Kesadaran Masyarakat

Dia menilai, kesadaran masyarakat terhadap lingkungan di wilayahnya, sangat kurang. Hal itu terlihat ketika dirinya melakukan penyisiran di sepanjang kali tersebut. Dan betul saja, kata dia, masih ada oknum yang tidak bertanggungjawab melakukan pembuangan limbah sampah ke sungai tersebut.

“Giliran gini kan kita yang disalahkan. Padalah kesadaran dia terhadap lingkungan saja masih jauh,” ujarnya lagi. Dia pun menyesalkan masih ada oknum yang tak bertanggungjawab terkait masalah sampah di lingkungan masyarakat. Pasalnya, ada sejumlah pihak yang bekerja sama dengan pengelolaan sampah sekitar, yang justru seenaknya saja membuang sampah di bibir kali.

“Ini yang menjadi perhatian kita juga. Karena ketika masalah ini datang, kami datang ingin melakukan pengangkutan sampah. Tapi pihak swasta yang di-backing-i seolah tak terima. Kan aneh, giliran membanjiri kali, kita yang kena,” ungkapnya.

Seharusnya, lanjut dia, pihak pengelola sampah setempat membuang sampah di TPA Burangkeng, bukan malah seenaknya dibuang ke bibir kali. “Kan kalau sudah gini mau bilang apa? Kita lagi yang kena. Permasalahan ini seharusnya mereka sadar,” tuturnya.[sas]

 

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Cara Promosi Kab Bekasi Melalui Videotron

Published

on

Videotron / Net
Continue Reading

Daerah

Hilang 11 Hari, Petani Ditemukan Tewas Di Kebun Bambu

Published

on

Ilustrasi / Net
Continue Reading

Daerah

Tolak Pergantian Nama Bandara, Ribuan Warga Gelar Aksi di DPRD NTB

Published

on

Continue Reading




Loading…