Connect with us

Daerah

Duuuh… Dilintasi Excavator Jalan Benteng Jawa-Wae Naong Rusak Parah

Published

on

Jalanan Rusak Diduga Dilintasi Excavator / Ist

Realiyarakyat.com – Akibat dilintasi alat berat jenis excavator, ruas jalan yang menghubungkan Benteng Jawa menuju Wae Naong, di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, kini megalami kerusakan parah.

Pantauan di lokasi kerusakan tersebut hampir disepanjang jalan menuju Ibu Kota Kecamatan Lamba Leda.

Seperti, di Waebuka, di persimpangan Lando-Benteng Jawa dan juga di depan Puskesmas Benteng Jawa.

Tampak aspal pada bagian bahu jalan sudah terkelupas. Hingga batu krikil dan pecahan aspal pun berserakan di badan jalan. Semua titik kerusakan tersebut tepatnya di wilayah Desa Lamba Keli, Kecamatan Lamba Leda.

Warga sekitar, JW kepada wartawan mengatakan, alat berat tersebut, melintasi jalan itu tanpa menggunakan roda pengaman maksimal.

“Alat berat yang merusak jalan ini lewat tadi malam sekitar pukul 12.35. Lihat sendiri pak. Sudah rusak. Ini mungkin tidak mengguna roda pengaman. Sebenarnyanya sih harus pake roda pengaman. Supaya tidak rusak,” kata JW.

Sementara itu, pengguna jalan DJ menegaskan kepada pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas terkait untuk segera menindaklanjuti kerusakan jalan itu.

Kerusakan jalan diketahui DJ saat dirinya tengah melintasi ruas jalan tersebut.

“Ini pak jalan sudah rusak. Tolong pak beritakan. Dan sampaikan ke Dinas terkait. Dan harus ditindak lanjut. Bila perlu nanti kalau dia salah harus diproses secara hukum. Kasian kan aset daerah ini. Harus diproses ini,” katanya.

Excavator yang Diduga merusak jalan / Ist

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Lamba Keli, Ferdi Budiman mengaku bahwa, excavator tersebut dipakai oleh Pemerintah Desa Lamba Keli. Saat melakukan penggusuran ruas jalan di wilayah Desa itu.

“Itu excavator saya yang pake kemarin. Sebelum excavator itu pergi menuju Benteng Jawa. Pemiliknya orang dari Ruteng. Saya lupa nama pemiliknya. Tapi saya pake eksavator itu dari Bastian,” kata Kades Ferdi saat dihubungi, Rabu (23/10/2019).

Diketahui, berdasarkan Undang Undang Nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan Bab VIII Pasal 63 dan 64. Pada pasal 63 poin 1 dijelaskan bahwa “Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 18 bulan atau denda paling banyak Rp 1,5 miliar.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi realitarakyat.com masih mencoba mengkonfirmasikan pemilik excavator itu dan Dinas terkait. [ipg]

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Layanan Transportasi Umum, TMB Reward Penumpang dengan Wifi Gratis

Published

on

foto: net/ist
Continue Reading

Daerah

Belum Direalisasikan, Anggaran RTLH Banprov Desa Ketanggi Dipertanyakan

Published

on

Continue Reading

Daerah

MTsN 2 Surakarta dan MTsN 7 Sragen Ikuti Kompetisi ‘Robotik Madrasah 2019’

Published

on

Continue Reading




Loading…