Connect with us

Ragam

Sepi Pengunjung, Pengamat: Smesco Seperti Gedung Tua Tak Berpenghuni

Published

on

Realitarakyat.com – Keberadaan gedung Smesco Indonesia, merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam mengayomi para pelaku koperasi dan UKM di Indonesia.

Selain berfungsi sebagai sarana pemasaran produk unggulan provinsi, gedung ini awalnya diperuntukan sebagai wadah untuk meningkatkan daya saing KUKM yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sekaligus sebagai sarana untuk memamerkan produk UKM, termasuk sebagai co-working space, creative space dan office space.

Disamping sebagai pusat promosi produk-produk Indonesia, Smesco Indonesia juga sebagai tempat promosi budaya dan keanekaragaman bangsa, karena muatan-muatan yang ada di dalam produk-produk yang ditawarkan, adalah kerajinan-kerajinan tangan khas bangsa Indonesia yang tidak ada di negara mana pun.

Itulah harapan para pelaku koperasi dan UKM dengan dibangunnya Semesco Indonesia, yang berdiri megah di Jalan Jend Gatot Subroto Kav. 94, Jakarta Selatan.

Pengelolaan gedung ini, berada di bawah Smesco Indonesia Company (SIC), sebuah badan usaha komersial yang dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Koperasi dan UKM.

Sayangnya, menurut pemerhati fasilitas publik, Rudi Manuputty, di Jakarta, Sabtu (19/10/2019), dalam pengelolaan Gedung Smesco Indonesia ditemukan sejumlah masalah, sehingga tak sedikit para pelaku koperasi dan UKM mengurungkan niatnya untuk memasarkan ataupun sekedar memamerkan produk unggulannya di Gedung Smesco. Akibatnya, gedung Smesco tampak sepi yang akhirnya perpengaruh pada fisik bangunan.

Di bawah pengelolaan Direktur Utamanya, Emilia Suhaimi, sebelum akhirnya diganti oleh Armel Arifin selaku pelaksana tugas (Plt), Gedung Smesco kini tampak seperti gedung tua yang tidak terawat dan sepi penghuni.

Bisa jadi, kata Rudi, kondisi seperti itu, lebih dikarenakan adanya mismanajemen. Mengingat, katanya, pengelolaan anggaran di Smesco terkesan sekedar bagi-bagi jatah para vendor.

“Itu mungkin sebagai penyebab utamanya. kalau itu benar, tentu sangat disayangkan. kalau itu yang terjadi, maka saya pikir perlu diambil langkah tegas dari aparat penegak hukum. Manakala ditemukan ada yang salah dengan pengelolaan anggaran, siapa pun itu harus bertanggungjawab,” katanya menambahkan.

Dia mengatakan, bangunan megah yang diperuntukkan sebagai rumah para UKM, justru pengelolaannya terjadi mismanajemen. Ini, menurut dia, harus dievaluasi secara menyeluruh. Sekaligus bisa menjadi catatan bagi menteri koperasi yang baru agar memilih direktur Smesco sesuai kapasitasnya.

“Gedung yang begitu bagus, ternyata justru pengelolaannya terjadi mismanajemen. Ini catatan buruk bagi menteri koperasi. Dan harus dievaluasi secara menyeluruh oleh menteri koperasi yang akan datang, dengan menempatkan direktur Smesco sesuai kapasitasnya,” ujar Rudi.

Apalagi, katanya, Gedung ini memiliki nilai sejarah, karena ketika itu UKM menjadi satu-satunya kelompok usaha yang mampu bertahan dari dampak krisis. Pembangunan gedung ini, merupakan bentuk terimakasih pemerintah kepada dunia UKM.

Rudi mengatakan, tidak hanya soal pengelolaan anggaran pemeliharaan gedung, masalah lain yang ditemukan di Gedung Smesco, adalah sepinya pengunjung yang datang untuk berbelanja. Dari pengamatan di lapangan, hanya segelintir orang yang melihat barang-barang UKM yang dipamerkan di gedung ini. Tidak ada hiruk pikuk transaksi, maupun tawar menawar yang tampak di gedung ini.

Ironisnya, pemandangan seperti itu terlihat hampir setiap hari, baik itu saat hari kerja, maupun akhir pekan. Alhasil, para penjaga stand seragam biru itu pun tampak bisa lebih leluasa mengobrol dengan rekan-rekannya yang lain.

Bila mengingat ke belakang, sejarah berdirinya Gedung Smesco Indonesia diawali ketika terjadi krisis moneter menjelang dan sesudah Presiden Soeharto turun pada 1998, dimana saat itu dunia usaha kecil dan menengah (UKM) kian naik daun.

Gedung Smesco awal berdiri dengan nama Small Medium Enterprises and Cooperatives (Koperasi Usaha Kecil dan Menengah). Gedung beratap bundar bak bola golf itu, menempati area milik Kementerian Koperasi dan UKM di Jalan Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selatan yang dulu hanya ditempati bangunan Pusdiklat Koperasi. Nama Smesco Indonesia pun lantas disematkan di puncak gedung tersebut hingga saat ini. (ndi)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Ragam

Kominfo Bakal Tindak Nomor Seluler Nggak Jelas

Published

on

Ilustrasi / Net
Continue Reading

Lingkungan Hidup

BMKG Bantah Prediksi Akan Terjadi Kekeringan Panjang

Published

on

Ilustrasi (Net)
Continue Reading

Ragam

PPP akan Usulkan Mbah Moen Sebagai Pahlawan Nasional

Published

on

Almarhum KH Maimoen Zubair. (Foto: Ist/Net)
Continue Reading




Loading…