Connect with us

Politik

Pelantikan Jokowi-Ma’ruf Diyakini Aman, Tapi Tak Boleh Lengah

Published

on

Diskusi Sosbudpolhukam yang dipandu Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo / Ist

Realitarakyat.com – Kekhawatiran akan situasi keamanan jelang pelantikan presiden dan wakil presiden mulai mereda. Demikian pula dengan potensi rusuh, juga penggagalan pelantikan nyaris tak ada. Akan tetapi, tidak boleh lengah karena bisa berbuah petaka.

Demikian kesimpulan dalam diskusi Sosbudpolhukam yang dipandu Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, di Jakarta, Sabtu (19/10/2019).

Dalam diskusi, Direktur Pusat Studi Politik dan Keamanan Unpad, Muradi yang menjadi salah satu narasumber mengatakan, pelantikan Jokowi-KH Maruf Amin bakal Aman karena empat alasan.

Alasan pertama, titik kulminasi massa sudah selesai pada 30 September hingga 1 Oktober 2019 lalu. Kedua, soal ancaman teror juga relarif sudah disisir aparat dalam tiga bulan terakhir. Ini menandakan potensi bom dan teror relatif kecil juga.

Dari sisi politik, yang jadi poin ketiga, konsolidasi politik juga sudah selesai. Gerindra, Dekokrat, dan PAN yang sebelumnya di luar, kini sudah mesra dengan koalisi pensukung Jokowi-M’aruf. Hanya tersisa PKS di luar pemerintah.

Keempat, dalam opini pemberitaan media. Semua media mainstream sudah tidak terpolarisasi lagi. Targetnya bukan menggagalkan pelantikan tetapi hanya untuk mengkritisi.

“Secara umum pelantikan akan aman lancar. Lagi pula, kalau ada target menggagalkan pelantikan, maka yang marah tidak hanya polisi, tapi TNI juga. Bahkan ini adalah hajatnya TNI. Maka saya berkeyakinan pelantikan aman lancar,” kata dia.

Sementara itu, pengamat Sosial dari Universita Indonesia (UI), Devie Rahmawati juga mempunyai kesimpulan sama, yakni tidak ada potensi kuat untuk menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden 20 Oktober 2019.

Namun bagi Devie, aman bukan berarti tanpa gejolak. Sebab masih ada masyarakat yang kecewa dan marah. Namun kekecewaan itu dilampiaskan melalui jalur medsos. Artinya tidak cukup kuat buat mengganggu pelantikan.

“Memang selama ini sebagian besar konflik disebabkan oleh hadirnya berita hoaks. Itu Problemnya di era teknologi saat ini. Tapi kalau sebatas ini gak akan sampai pada pembatalan pelantikan,” kata dia.

Kemudian Yulis Susilawaty, Peneliti Ketahanan Nasional LIPI, memaparkan data mutakhir hasil pengamatannya. Kesimpulannya pun sama, bahwa pelantikan Jokowi-Ma’ruf akan lancar dan stabilitas negara terkendali.

“Kalau kita lihat fakta dan data, memang semua sudah reda, aman, dan relatif terkonsolidasi,” kata dia.

Senada dengan Muradi dan Devie, Yulis Susilawaty Peneliti Ketahanan Nasional dari Indonesian Public Institutr (IPI) mengatakan berdasarkan data terakhir yang dia lihat, Yulis mengaku, pelantikan dan stabilitas negara dapat berjalan dengan aman.

“Optimis aman, stabilitas negara kita juga cukup terjaga,” kata Yulis.

Nasir Abbas, salah satu mantan napi teroris, punya pendapat beda. Ia menyebut masih ada potensi kuat penggagalan pelantikan. Sebab pelantikan Jokowi-Ma’ruf jangan hanya dilihat dari sisi politik saja, tapi juga sisi pemahaman (paham ekstrisme, radikalisme dan terorisme).

Kata Abbas, kekacauan yang dilihat, baik terorisme, anarkisme, itu semua terkait dengan kepentingan paham.

“Kenapa ada bom di Bali, Bom gereja dan lain sebagainya merupakan kepetingan paham. Termasuk penusukan Wiranto adalah kepentingan Paham,” kata Abbas.

Ia mengingatkan, gangguan keamanan yang terjadi selama ini lebih banyak disebabkan oleh kepentingan paham. Bahkan ia mengingatkan, adagium bahwa negara Indonesia tidak bisa merasa aman kalau tidak menjadi negara Islam.

“Selama negara ini bukan negara Islam, apa iya kita akan aman? Mereka (teroris) menunggu momen untuk mereka manfaatkan. Bahwa mereka masih eksis,” kata dai.

Pengamat Intelijen Stanislaus Riyanta juga menyebut sistem keamanan menjelang pelantikan sampai dengan hari pelantikan sudah sangat siaga. Artinya pelantikan aman.

Namun bagi Stanislaus, potensi kerususuhan malah bukan di Jakarta. Ada sejumlah daerah yang rawan konflik, namun kerawanan itu tidak sampai pada penggagalan pelantikan.

“Saya yakin keamanan di Jakarta sudah cukup kuat untuk pelantikan. Memang saya kira memang ada keinginan dari pihak tertentu untuk memngagalkan pelantikan Jokowi, tetapi kan kemampuannya tidak cukup. EKD Ejakulasi Dini,” kata dia. [ipg]

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Politik

Menhan Didesak Tindak Tegas Kapal Cina Keluyuran Di Laut Indonesia

Published

on

Continue Reading

Politik

Elite Nasdem Tawarkan Solusi Agar Bahan Baku Obat Tak Lagi Impor

Published

on

Politisi Nasdem, Okky Asokawati / Net
Continue Reading

Politik

Komisi III DPR Minta Rencana Pembubaran TP4 Dipertimbangkan

Published

on

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni / Net
Continue Reading




Loading…