Connect with us

Hukum

KPK Masih Berharap Polisi Ungkap Pelaku Penyerang Novel

Published

on

Novel Baswedan / Net

Realitarakyat.com – Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengaku pihaknya masih berharap Polri segera menemukan pelaku dan dalang di balik teror air keras terhadap Novel Baswedan.

Apalagi, masa tugas tim teknis Polri terkait kasus Novel segera berakhir.

“KPK berharap pelaku penyerangan Novel itu bisa diungkap. Bukan hanya pelaku di lapangan yang menyerang saat subuh tersebut, tapi juga siapa yang menyuruh atau aktor intelektualnya kalau memang ditemukan,” ujar Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/10/2019).

Febri berharap, tim teknis cepat menyelesaikan pekerjaannya agar Polri segera memberikan perkembangan kasus Novel kepada Presiden.

“Itu yang kami harapkan. Karena sudah ratusan hari lebih ya, lebih 800 hari sejak Novel diserang selepas salat subuh sekitar dua tahun lalu. Jadi bagi KPK ditemukannya pelaku penyerangan itu adalah harapan yang masih terus kita harapkan sampai saat ini,” kata Febri.

“Kan Presiden bilang memberikan waktu 3 bulan. Kami yakin Polri akan memberikan perkembangan pada Presiden terkait penanganan perkara tersebut,” Febri menambahkan.

Pada 19 Juli 2019, Presiden Joko Widodo memberikan waktu 3 bulan kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk menyelesaikan kasus tersebut. Waktu 3 bulan itu lebih singkat dari target 6 bulan yang disampaikan Kapolri sebagai masa kerja tim teknis yang akan melanjutkan hasil temuan Tim Pencari Fakta (TPF).

Artinya tenggat waktu 3 bulan tersebut akan berakhir pada 19 Oktober 2019 atau pada esok hari.

“Pasti nanti akan dilihat, ditanyakan perkembangannya (oleh Presiden),” kata Moeldoko.

Pada 17 Juli 2019, Tim Pencari Fakta (TPF) kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan merekomendasikan Kapolri untuk melakukan pendalaman terhadap keberadaan tiga orang yang diduga terkait kasus tersebut dengan membentuk tim teknis dengan kemampuan spesifik.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian lalu membentuk lagi tim teknis atas hasil investigasi yang didapat TPF yang dipimpin Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Polisi Idham Azis dengan masa kerja 6 bulan untuk melanjutkan setiap rekomendasi yang sudah dikeluarkan TPF Novel Baswedan.

Novel Baswedan diserang oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai sholat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Pelaku menyiramkan air keras ke kedua mata Novel sehingga mengakibatkan mata kirinya tidak dapat melihat karena mengalami kerusakan yang lebih parah dibanding mata kanannya.

Polda Metro Jaya sudah merilis dua sketsa wajah yang diduga kuat sebagai pelaku pada awal 2018, namun belum ada hasil dari penyebaran sketsa wajah tersebut.

Pada 8 Januari 2019 Kapolri Tito Karnavian membentuk Tim Pakar atau Tim Pencari Fakta untuk mengungkap kasus tersebut dengan beranggotakan 65 orang, 52 di antaranya anggota Polri, 6 orang dari perwakilan KPK, dan 7 pakar dari luar kepolisian dengan masa kerja selama 6 bulan yang berakhir pada 9 Juli 2019, namun hingga masa kerja berakhir TPF tidak menyampaikan siapa pihak yang bertanggung jawab atas penyerangan.

TPF hanya menduga ada 6 kasus high profile yang ditangani Novel, diduga berkaitan dengan penyerangan ini. Kasus-kasus tersebut adalah korupsi kasus KTP-e, kasus mantan ketua Mahkamah Konstitusi Aqil Mochtar, kasus Sekjen Mahkamah Agung, kasus bupati Buol Amran Batalipu, kasus wisma atlet, dan kasus penanganan sarang burung walet Bengkulu.

Terkait kerja TPF tersebut, Novel mengatakan bahwa hasil TPF tidak punya dampak positif. “Kerja mereka tidak ada yang positif untuk pengungkapan kasus,” kata Novel.[prs]

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Hukum

Dewi Tanjung Dipolisikan Tetangga Novel Baswedan

Published

on

Continue Reading

Hukum

Tak Cuma Korlabi, Sukmawati Juga Dipolisikan FPMB

Published

on

Continue Reading

Hukum

Jika Tak Diproses Hukum, Sukmawati Harus Diberi Sanksi Sosial

Published

on

Sukmawati Soekarnoputri / Net
Continue Reading




Loading…