Connect with us

Ragam

Kisah Pilu YSS, Fenomena Depresi pada Anak

Published

on

Ilustrasi depresi pada anak (foto: atmago.com)

Realitarakyat.com – Kisah memilukan yang dialami YSS, seorang siswa kelas VII SMP Negeri di Kupang yang ditemukan tewas bunuh diri akibat dibully (perundungan) oleh teman-temannya, bukanlah pertama kali terjadi di Indonesia.

Anak yang depresi karena dibully, juga pernah terjadi di beberapa wilayah lainnya di Indonesia. Sebut saja RS, pelajar kelas 6 salah satu SD Negeri di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

RS menjadi korban perundungan oleh teman sekelasnya sejak masih duduk di kelas 4 SD.

Kepada orangtunya RS mengaku kerap disekap oleh temannya saat sekolah. Bahkan rambutnya di jambak, diludahi, dan disiram air oleh teman sekelasnya.

Fenomena perundungan terhadap anak, juga terjadi di luar negeri. Penyanyi dan artis peran Korea Selatan, Sulli f(x) alias Choi Jin Ri misalnya, ditemukan meninggal gantung diri di lantai 2 rumahnya pada Senin (14/10/2019) sore.

Sebelum melakukan tindakan nekatnya itu, Sulli diketahui menderita tekanan jiwa akibat bullying alias perundungan yang diterimanya.

Beberapa peristiwa kematian anak akibat depresi ini, dinilai sebagai fenomena yang perlu mendapat perhatian serius baik orang tua maupun pemerintah.

Andre Sourander, seorang profesor psikiatri anak di Universitas Turku, Finlandia, menyebutkan, jika anak-anak yang mengalami bullying di masa kanak-kanak, mengalami risiko depresi dan membutuhkan perawatan kejiwaan di kemudian hari.

Hasil penelitiannya yang dilaporkan pada jurnal JAMA Psychiatry tersebut, berfokus pada anak 8 tahun yang sering dibully.

Para peneliti menemukan, subjek tersebut lebih mungkin mengalami gangguan kejiwaan dan membutuhkan perawatan dibandingkan anak yang tidak mengalami bully.

Sebanyak 31 persen anak-anak yang mengalami masalah kejiwaan, membutuhkan perawatan karena pada umumnya mengalami gangguan kecemasan.

Hal ini dapat berakibat buruk pada perilaku sosial, seperti penggunaan obat terlarang hingga keinginan untuk bunuh diri. Fenomena seperti ini, tak hanya terjadi pada usia anak-anak, bahkan orang dewasa pun bisa mengalami hal serupa.

Dilansir dari Webmd.com, 3 persen anak dan 8 persen remaja di Amerika Serikat, menderita depresi. Umumnya terjadi pada anak laki-laki di bawah usia 10 tahun dan mulai usia 16 tahun pada anak perempuan.

Sama seperti orang dewasa, depresi pada anak bisa terjadi akibat beberapa faktor yang terkait dengan kesehatan psikis, peristiwa dalam hidup, sejarah keluarga, lingkungan hingga faktor genetik.

Lalu apa itu depresi? Depresi merupakan sebuah penyakit mental yang ditandai dengan kelainan mood yang mempengaruhi perilaku seseorang. Pada umumnya, seseorang dengan depresi akan menghabiskan energinya untuk merasakan kesedihan yang berkepanjangan.

Sekelumit kisah pilu YSS dan depresi yang dialaminya
Dalam beberapa hari belakangan ini, media massa, baik online, cetak, radio, televisi dan media sosial (medsos) ramai memberitakan kematian memilukan seorang bocah berinisial YSS. Dia adalah seorang siswa kelas VII SMP Negeri di Kupang yang ditemukan bunuh diri akibat depresi.

Dari pengakuan keluarga korban, YSS merupakan anak periang, sehingga tidak mengangka anak pintar yang pernah menerima sepeda dari Presiden Jokowi ini akan mengakhiri hidupnya dengan cara yang tidak terduga. Berita ini jelas membuat siapa saja, terutama orangtua menundukkan kepala.

Kematian YSS semakin membuktikan depresi ternyata tidak hanya rentan dialami oleh orang dewasa, namun anak-anak juga bisa mengalaminya.

Adalah Yuni, bibi korban, mengaku bahwa YSS dikenal sebagai siswa yang berprestasi dan selalu mendapatkan ranking pertama sejak SD hingga SMP. Bahkan saat kelas 5 SD, ySS pernah mengikuti olimpiade matematika dan IPA hingga ke tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Saat SD pula, YSS pernah menerima hadiah dari Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja ke Kupang untuk membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP). YSS berhasil menghafal Pancasila dengan baik dan benar dan mendapatkan satu unit sepeda.

YSS diduga mengalami depresi semenjak peristiwa memilukan yang dialaminya pada tahun 2012 lalu. Ibunya tewas dibunuh oleh ayahnya, Antonius Sinaga dengan cara dicor dalam bak semen.

Sejak kejadian itu, YSS merasa dendam pada ayahnya yang kini masih mendekam di penjara. Depresi yang dialami YSS, semakin memuncak setelah teman-teman YSS sering mem-bully-nya dengan sebutan sebagai keturunan pembunuh dan anak tukang cor.

Bisa jadi, karena merasa tak tahan diperlakukan teman-temannya seperti itu, YSS menempuh pilihan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. (ndi)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Nasional

Penghapusan Pajak Motor dan SIM Seumur Hidup Perlu Dibahas Mendalam

Published

on

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Dedi Prasetyo. (Foto: Ist/Net)
Continue Reading

Ragam

DKPP Gelar Sidang Dugaan Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu

Published

on

Ilustrasi (Net)
Continue Reading

Ragam

Gaji Guru Honorer Diupayakan Diambil dari Dana Pendidikan

Published

on

Demo guru honorer beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
Continue Reading




Loading…