Connect with us

Daerah

Kunjungi TTS, Pangdam Udayana Singgung Sanksi Anggota TNI Akibat Hoax di Medsos

Published

on

Realitarakyat.com – Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Beni Susianto melakukan kunjungan kerja di Makodim 1621 Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Turut dalam rombongan adalah Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Sayful Rahman, dan As Ops Kodam IX/Udayana Kolonel (Inf) Rahmat Zulkarnaen.

Tujuan kunjungannya untuk memberi pengarahan kepada anggota Kodim beserta Ibu-ibu Persit Kodim 1621/TTS, yang hadir berjumlah kurang lebih 125 orang.

Tiba di Makodim pukul 16.38, Pangdam disambut oleh Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun ST,MT, Dandim 1621, Letkol CZI Koerniawan Pramulyo Kapolres (AKBP Totok Mulyanto DS, S.IK), Plt Kadis PU Bertholens Liu, Kasdim 1621, Mayor (Inf) I Md Rastina, Ketua Persit Cabang XX Dim 1621/ NY Sofy Koerniawan Pramulyo serta Para Pa Kodim 1621/TTS.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Beni Susianto, kepada Prajurit, PNS dan Persit KCK Cabang XX Kodim 1621/TTS, yang dapat menyampaikan 4 hal yaitu profesional, loyalitas, bangga terhadap profesi dan bangun kebersamaan.

Dalam kesempatan itu, dia berpesan agar prajurit beserta keluarganya menjaga loyalitas dan bersikap profesional, serta mengendalikan diri untuk tidak menyebarkan berita bohong (hoax) di media sosial (medsos).

“Kita harus patuh dan taat kepada perintah KSAD. Jika melanggar, prajurit harus menerima konsekuensi hukum, prajurit harus mampu mengendalikan diri dan keluarga, prajurit harus mampu membina keluarga, jika melanggar perintah harus siap terima konsekuensi, jangan menyebarkan berita di medsos, apalagi berita tersebut tidak benar begitu juga prajurit,” ujar beni.

Menurut dia, prajurit adalah perangkat negara, sehingga sebaik buruk pemerintah, TNI dalam posisi harus mendukung. Karenanya, kata Beni, prajurit tidak dibenarkan menyebarkan berita hoax, prajurit harus paham tugas.

“Sebaliknya, TNI harus mengangkat potensi daerah agar menjadi budaya nasional, penilaian dari masyarakat baik atau buru tergantung kinerja prajurit,” katanya menambahkan.

Namun dia tidak menyebut secara rinci bahwa pesannya itu terkait dengan sanksi yang dijatuhkan terhadap tujuh anggota TNI yang dicopot dari jabatannya karena unggahan di media sosial soal insiden penusukan Menkopolhukam Wiranto.

Sebagaimana diberitakan, ke tujuh anggota TNI tersebut menerima hukuman disiplin militer, seperti diungkapkan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa, di markas AD, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019).

“Sampai dengan hari ini angkatan darat sudah memberikan sanksi kepada tujuh orang total anggota TNI Angkatan Darat. Dua anggota, rekan-rekan media sudah mendengar semua pada hari Jumat kemarin, kemudian tambahan lima sudah kita putuskan dan sedang kita proses,” ujar Andika.

Andika menjelaskan, 6 anggota mendapat sanksi karena anggota keluarga masing-masing mengunggah sindiran terkait insiden penusukan Wiranto. Sedangkan seorang lainnya merupakan anggota TNI aktif yang menurut Andika menyalahgunakan penggunaan media sosial.

Adapun dalam sesi tanya jawab, Serda Ike Arkian mengatakan, kalau bisa penerimaan prajurit Ba, Ta diperbanyak, khusus wilayah Dim 1621/TTS dan dijawab Pangdam IX/UDY bahwa penerimaan sesuai dengan kuota di setiap Kabupaten.(sim)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Dukung Sertifikat Layak Kawin, Kemenag Rembang Bakal Gelar Pendidikan Untuk Tenaga KUA

Published

on

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang / Ist
Continue Reading

Daerah

Bekas Anggota DPRD NTT Ini Segera Diadili

Published

on

Bekas anggota DPRD NTT Jefri Un Banunaek ketika ditahan Kejari Kabupaten TTS beberapa waktu lalu. (Foto: realitarakyat.com/Redemtus L)
Continue Reading

Daerah

Buron Setahun, Penjambret Diciduk Polisi

Published

on

Polisi tengah menunjukkan barang bukti kejahatan yang dilakukan oleh AS, yang sempat buron selama setahun. (Foto:realitarakyat.com/Redemtus L)
Continue Reading




Loading…