Connect with us

Ragam

Keraton Kartasura, Saksi Sejarah Islam Indonesia yang Terabaikan

Published

on

Keraton Kartasura / Ist

Realitarakyat.com – Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah ternyata sempat menjadi salah satu saksi sejarah kehebatan kerajaan besar, Mataram Islam. Bukti dari hal tersebut adalah sempat berdirinya Istana atau Keraton Kartasura (1680-1745).

Keraton Kartasura juga memiliki peran penting lahirnya Keraton Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Jogjakarta.

Dalam perjalanannya hingga terbagi menjadi dua kerajaan seperti sekarang ini, Mataram Islam total memiliki lima keraton. Setelah Kotagede, keraton selanjutnya berada di Kerto, Pleret, Kartasura, dan akhirnya yang sekarang menjadi Keraton Surakarta.

Keraton Kartasura berjarak sekitar 11 kilometer dari istana Mataram Islam selanjutnya, yakni Keraton Surakarta Hadiningrat. Lokasi Keraton Kartasura tepatnya berada di Desa Ngadirejo, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Namun, saksi sejarah Kerajaan Mataram Islam ini kini hanya tinggal tersisa beberapa bangunan. Di dalamnya tidak lagi ditemui bangunan-bangunan megah keraton, tapi tinggal ada makam kerabat keraton, abdi dalem dan warga sekitar.

Makam di lokasi Keraton Kartasura / ist

Di antara makam tersebut yang paling tersohor adalah makam BRAy Adipati Sedah Mirah, garwa ampil atau selir Paku Buwono IX. Versi lain Sedah Mirah sesungguhnya adalah garwa ampil Paku Buwono IV (1768-1820).

“Kondisi sekarang ya tinggal makam saja. Karena keraton itu kalau sudah ditinggalkan menjadi simbol kematian,” ungkap juru Kunci Situs Keraton Kartasura, Surya Lismana, saat ditemui realitarakyat.com di pelataran makam Kartasura, Rabu (16/10/2019).

Namun makam di Keraton Kartasura sudah tidak digunakan lagi karena Undang-undang Cagar Budaya nomor 11 tahun 2010 yang melarang adanya makam baru di kompleks Keraton Kartasura.

Selain makam, sebenarnya masih ada dua peninggalan bangunan di Keraton Kartasura. Peninggalan tersebut masih bisa ditemui di dalam Benteng Sri Menganti Keraton Kartasura.

“Peninggalan pertama adalah bekas kamar tidur raja. Lokasi itu ditandai dengan dua batu besar yang diberi penutup kain,” jelas sang juru kunci.

Sementara peninggalan yang kedua berada di sisi utara situs kamar tidur raja, yakni terdapat sebuah dinding tembok yang jebol.

Tembok Jebol di Benteng Sri Menganti /ist

Tembok inilah yang jadi saksi bisu kejadian Geger Pecinan, pemberontakan orang-orang Tionghoa dan masyarakat yang anti-VOC terhadap Raja Mataram Islam saat itu, Pakubuwana II.

Benteng yang jebol atau yang juga disebut sebagai Jebolan Pecinan saat ini masih bisa dijumpai. Meski demikian, lubang sudah ditambal oleh dinding baru.

“Ditambal (lubang tembok) supaya tak semakin rusak,” jelasnya.

Sementara itu, peninggalan lain yang bisa ditemukan ada di sisi luar Benteng Sri Menganti. Peninggalan itu berupa benteng bagian luar atau Benteng Baluwarti.

Namun, kini benteng Baluwarti sudah hancur, hanya sekitar 100 meter yang masih berdiri.

Tebeng atau hiasan pintu Keraton Kartasura, misalnya, sekarang dipasang di bagian atas pintu depan Museum Radyapustaka. Di museum itu juga tersimpan lonceng perunggu besar, kursi meja, perlengkapan kuda, dan wayang kulit.

Rongsokan mesin jam yang besar teronggok di salah satu ruang museum. Benda itu pernah diletakkan di Alun-alun Keraton Kartasura.

“Semua barang peninggalan keraton Kartasura sekarang berada di Keraton Surakarta. Sebagian disimpan di Museum Radyapustaka (Solo),” ujar Sarosa.

Keraton Kartasura memang tinggal puing. Tidak ada lagi yang tersisa kecuali nama-nama toponim. Di dalam tembok Baluwarti misalnya, terdapat tempat-tempat dengan nama Keputren, Sitinggil, alun-alun, Kandangmacan, Sayuran, Bale Kambang, Sanggrahan, Gedung Obat, Pasar, Pelembatok, Sri Penganti, Manggisan, Krapyak, dan Bakalan.

Sementara, bangunan utama keraton atau tempat kediaman raja seluruhnya menjadi area makam kerabat Keraton Surakarta dan penduduk setempat. Salah satunya adalah Kanjeng Raden Ayu Adipati Sedahmirah, pujangga cantik kesayangan Paku Buwana X.[prs]

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Ragam

Kontraktor Tempuh Langkah Ini Atasi Air Terjun di Becakayu

Published

on

'Air terjun' Tol Becakayu. (Foto: tangkapan layar video)
Continue Reading

Ragam

Pengendara Keluhkan Tol Becakayu Bak Air Terjun

Published

on

'Air terjun' Becakayu. (Foto: tangkapan layar video)
Continue Reading

Ragam

Bawaslu Kembali Raih Anugrah KIP

Published

on

Wapres Ma'ruf Amin saat menyerahkan anugrah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) 2019 kepada Ketua Bawaslu Abhan. (Foto: Bawaslu)
Continue Reading




Loading…