Connect with us

Politik

Blokir Akses Internet Masyarakat Bentuk Kemunduran Demokrasi Digital

Published

on

Ilustrasi / Net

Realitarakyat.com – Pemerintah harusnya lebih mengutamakan literasi digital dalam penanganan disinformasi dibandingkan melakukan pemblokiran akses internet pada masyarakat.

Hal ini dikatakan, peneliti Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat, Lintang Setianti, dalam diskusi bertajuk “Proyeksi Masyarakat Sipil Atas Situasi Indonesia 5 Tahun ke Depan” di Upnormal Coffee, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Menurut Lintang, upaya pembatasan internet yang terjadi beberapa waktu lalu, seperti saat kerusuhan 21-22 Mei 2019 dan kerusuhan di Papua dan Papua Barat justru tidak tepat.

“Perlu ada peningkatan literasi digital, bagaimana kita melihat critical thinking kita terhadap suatu informasi. Dan literasi ini tidak bisa berjalan baik kalau pemerintah menjalankan hal-hal seperti pemblokiran, pembatasan akses internet,” kata Lintang.

Bagi Lintang, bila penanganan disinformasi hanya difokuskan pada pemblokiran atau pembatasan akses. Maka ditakutkan masyarakat tidak punya kesempatan dalam menilai informasi yang beredar secara kritis.

“Jadi kalau masih kriminalisasi terhadap opini atau aktivis yang berseberangan menyampaikan informasi berbeda, apalagi membatasi akses internet, maka saya bisa mengatakan Indonesia sangat mundur dalam melaksanakan demokrasi di dunia digital,” tukasnya.[prs]

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Pilkada 2020

Pilkada Serentak Jadi Ajang Pembuktian Panwascam

Published

on

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) Abhan. (Foto: Ist/Net)
Continue Reading

Hukum

DPR Perlu Respon Keluhan Jokowi Soal KPK

Published

on

Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. (Foto: Ist)
Continue Reading

Headline

Pemerintah Tak Boleh Larang Habib Rizieq Balik ke Indonesia

Published

on

Habib Rizieq Shihab / Net
Continue Reading




Loading…