Connect with us

Daerah

Program Pamsimas Atasi Kekeringan Air

Published

on

Zainuddin, Kepala Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. (Foto: Realitarakyat.com, Lalu S)

Realitarakyat.com –  Kemarau panjang yang terjadi di wilayah Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menyebabkan sejumlah warga mengeluhkan pasokan air bersih. Untuk itu, Pemerintah Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, menggelontorkan anggaran sebanyak Rp 372 juta.

“Hal itu guna mengatasi kekeringan yang melanda setiap tahun. Upaya mengatasi kekeringan  melalui  Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dapat meminimalisir dampak kekeringan di Batunyala,” kata Ketua Satuan Pelaksana Pamsimas Marianto, Kamis (10/10).

Menurutnya, program Pamsimas akan segera rampung. Saat ini, pihaknya tengah menyelesaikan pembangunan tower dan ditargetkan pertengahan bulan ini Pamsimas sudah bisa beroperasi.

“Program Pamsimas bisa meminimaliair dampak kekurangan air di tengah masyarakat Desa Batunyala. Total anggaran  program tersebut mencapai Rp 372 juta. Dengan rincian, Rp 305 juta dari APBN, Rp 50 juta dari Dana Desa (DD) dan Rp 17 juta merupakan dana Incas dari masyarakat,” ujarnya.

Debit air Pamsimas tersebut  mencapai 2,8 liter per detik. Jumlah tersebut hampir tiga kali lipat dari standar debit air Pamsimas, yakni 1 liter per detik.
Dengan debit  yang begitu besar, lanjutnya, Pamsimas akan mampu menyuplai air ke tiga Dusun.

“Yakni Bongor, Batunyala II dan Bagek Tenten. Untuk itu, kami berharap   Pamsimas  juga bisa dibangun di dusun lain. Sehingga kebutuhan air bersih di Batunyala bisa terpenuhi dengan baik,” tandasnya.

Dia menambahkan, program Pamsimas sangat diharapkan, guna memenuhi kebutuhan warga di semua dusun. Sementara itu, Kepala Desa Batunyala Zainudin, mengapresiasi pembangunan  Pamsimas di desanya.

“Tujuan  pembangunan Pamsimas adalah untuk memastikan ketersediaan air bersih warga, yang selama ini hanya bersumber dari sumur. Sayangnya, sebagian besar sumur warga kering saat musim kemarau,” ungkapnya.

Begitu juga dengan  air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), yang tidak terdistribusikan dengan baik. Dia menambahkan, saat ini air sudah keluar dan  berharap Pamsimas bisa beroperasi dalam waktu dekat.

“Ke depan, Pamsimas akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Mengenai tekhnis pengelolaanya, akan dimusyawarahkan bersama lembaga desa dan seluruh tokoh masyarakat yang ada,” tegasnya.

Adapun mata air di Desanya terdapat di beberapa tempat,
Salah satunya di  Majeti, Dusun Bagek Tenten. Jika Pamsimas bisa dibangun di tempat tersebut, maka akan  menjawab persoalan kekeringan di wilayah Barat Desa Batunyala.[sas]

 

 

 

 

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Polisi Buru Pelempar Bom Molotov ke LBH Medan

Published

on

Ilustrasi / Net
Continue Reading

Daerah

Polisi Mulai Selidiki Pelemparan Bom Molotov di LBH Medan

Published

on

Kantor LBH Medan / Net
Continue Reading

Daerah

Pecel Gendar, Menu Khas Tradisional yang Menggoda Lidah

Published

on

Continue Reading




Loading…