Connect with us

Daerah

Cegah Sebaran Penyakit DBD, Ini Program Dinkes Kabupaten Rembang

Published

on

Kepada Dinkes Rembang Kabupaten dr Ali Syafi'i

Realitarakyat.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang memiliki sejumlah program untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah. Salah satu program yang diterapkan adalah pemetaan daerah rawan demam berdarah.

Kepada Dinkes Rembang Kabupaten dr Ali Syafi’i menjelaskan tiga prinsip dalam mencegah penyebaran demam berdarah, yakni Penberantasan sarang nyamuk (PSN), lomba desa bebas jentik, yang pesertamya adalah desa yang jelek, dan 3 M +

Penguatan sistem kewaspadaan dini melalui surveilans kasus DBD berbasis Kewaspadaan dini rumah Sakit (KDRS) maupun komunitas pemodelan DBD Klim, kerja sama dengan BMKG (data kasus DBD dengan iklim, kelembapan udara),” kata Ali syafi’i, kepada Realitarakyat.com, Kamis (9/10 /2019).

Prinsip kedua, katanya, adalah eBDB yang diimplementasikan dengan memetakan wilayah yang rawan penyakit demam berdarah. Implementasi lain di antaranya dengan penanaman tanaman anti nyamuk dan penaburan ikan pemakan jentik.

“Pemetaan RW rawan DBD, penyelidikan epidemiologi pada kasus DBD, pengendalian vektor nyamuk melalui, larvasidasi, penanaman tanaman antinyamuk, penaburan ikan pemakan jentik, pemasangan lavitrap/ovitrap, pengasapan pada daerah terjangkit, kecukupan sarana prasarana pengobatan, dan penguatan regulasi,” papar Ali.

“Penguatan kompetensi SDM melalui pembekalan kembali tata laksana klinis DBD kepada para dokter puskesmas/klinik/Rumah sakit maupun tenaga kesehatan masyarakat,” ujar Ali.

Sementara itu Seksi P2PM (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular), Sri Yuliastuti, mengatakan ada 17 desa dan 17 Puskesmas percontohan di Kabupaten Rembang. Antara lain, Desa Tasiksono puskesmas Lasem, Desa Japerejo puskesmas Pamotan, Desa Mondoteko puskesmas Rembang 2, Desa karangmangu puskesmas Sarang1, Desa Jadi puskesmas Sumber, Desa Pandangan wetan puskesmas Kragan 2.

Desa Pranti puskesmas Sulang, Desa Banyudono puskesmas Kaliori, Desa Trembes puskesmas Gunem, Desa Karaskepoh puskesmas Pancur, Desa Pangkalan puskesmas Sluke, Desa Punjulharjo puskesmas Rembang 1, Desa Candimulyo puskesmas Sedan, Desa Jambangan puskesmas Sarang 2, Desa Sale Kecamatan sale. Dan masih ada dua desa lagi yang belum melaporkan ke Dinas Kesehatan.

Sebagaimana diketahui, di Kabupaten Rembang, kasus demam berdarah per awal Januari 2019 hingga tanggal 9 Oktober 2019 jumlahnya sebanyak 93 kasus, angka kesakitan 15/100 000 penduduk,” ungkapnya.(aw)

Loading...
Loading...
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Cegah Sebaran Penyakit DBD, Ini Program Dinkes Kabupaten Rembang – Laikie News

Leave a Reply

Daerah

Polisi Buru Pelempar Bom Molotov ke LBH Medan

Published

on

Ilustrasi / Net
Continue Reading

Daerah

Polisi Mulai Selidiki Pelemparan Bom Molotov di LBH Medan

Published

on

Kantor LBH Medan / Net
Continue Reading

Daerah

Pecel Gendar, Menu Khas Tradisional yang Menggoda Lidah

Published

on

Continue Reading




Loading…